Dia mengaku tidak ingin masyarakat sebagai pengguna jalan mengeluhkan jalan berlubang.
"Prioritas infrastruktur jalan. Di anggaran perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan," imbuhnya, melansir Kompas.com.
Revitalisasi Pokir dinilai penting mengingat banyak usulan warga mengenai pembangunan jalan di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Blora.
Ia menyebut, banyaknya jalan berlubang di Jawa Tengah dipicu masim hujan yang Panjang.
Memasuki musim kemarau ini, pihaknya bakal memaksimalkan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan.
"Kami sedang cek lagi, jalan yang rusak berat mana saja, kami harus selesaikan," ujarnya.
Luthfi menuturkan proyek perbaikan jalan di Blora saat ini sudah berjalan.
Jika lelang sudah selesai, nantinya akan segera dilakukan perbaikan fisik jalan.
Pemprov Jawa Tengah menganggarkan perbaikan jalan Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora senilai Rp5,276 miliar pada 2026 ini sudah memasuki tahapan lelang.
Di samping itu, Luthfi menekankan pentingnya kualitas pekerjaan dalam perbaikan jalan, sehingga penanganan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Baca juga: Respons Ahmad Luthfi Viral, Pemprov Jateng Pastikan Jalan Randublatung-Cepu di Blora Segera Digarap
Menanggapi warga yang menanam pohon pisang di ruas jalan Randublatung-Cepu, Luthfi menyatakan, aksi itu sudah tidak ada lagi.
"Sudah tidak ada, pohon pisang sudah enggak ada," bebernya.
Warga Tanam Puluhan Pohon Pisang
Viral di media sosial belum lama ini, warga menanam sekira 30 pohon pisang di ruas Jalan Randublatung-Cepu sepanjang 2,5 kilometer.
Sebelum ditanami pohon pisang, ruas jalan itu juga sempat di-grosok (timbun jalan rusak dengan batu/kerikil) oleh warga dengan uang hasil swadaya.
"Yang grosok ini dana swadaya masyarakat," ucap salah seorang warga setempat, Sunoto, saat ditemui wartawan di lokasi, Minggu (31/5/2026), dilansir Kompas.com.
Baca tanpa iklan