"Warga sekitar yang mendapat kabar duka tersebut langsung berhamburan ke lokasi kejadian guna mengevakuasi jenazah Iskandar ke rumah duka," ujarnya.
Di mata warga, Iskandar bukan sekadar petani biasa, melainkan sosok yang berjiwa sosial tinggi.
"Kami semua merasa sangat kehilangan. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang sangat baik, ramah, dan selalu aktif membantu tetangga atau warga sekitar yang kesusahan," tutur Juanda.
Pantauan di lapangan, rumah duka terus didatangi pelayat yang ingin menyampaikan rasa belasungkawa.
"Insyaallah, jenazah akan dimakamkan pihak keluarga pada esok hari di TPU setempat," ujarnya.
Camat SP Padang, Indra Husin segera bergerak mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Indra mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, khususnya para petani yang kerap beraktivitas di ruang terbuka.
"Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan ini sering terjadi. Aktivitas di lahan terbuka seperti sawah memiliki risiko yang sangat tinggi saat hujan disertai petir," tegas Indra.
Ia meminta para petani untuk tidak memaksakan diri bertahan di sawah jika langit sudah mulai mendung atau terdengar suara guntur.
"Kami berharap peristiwa pilu ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jika hujan dan petir mulai datang, segera tinggalkan area terbuka dan cari bangunan atau tempat yang aman. Keselamatan nyawa harus tetap menjadi prioritas utama," tutupnya.
Penulis: Winando Davinchi
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Petani di OKI Tewas Tersambar Petir di Sawah, Disaksikan Istri yang Kini Syok Berat
Baca tanpa iklan