News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Respons Sudaryono, Nusron Wahid, dan Budiman Sudjatmiko soal Kericuhan Diskusi di UGM

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

"Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog," ungkapnya.

Sudaryono mengaku tetap bertahan di lokasi karena percaya dialog merupakan cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pandangan.

"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," ujarnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya dan Nusron Wahid meninggalkan lokasi untuk menghindari dialog.

"Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog," tegasnya.

Sudaryono menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan siap menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa.

"Kalau memang ada penggusuran atau persoalan agraria tertentu, ayo kita cek bersama. Saya bahkan siap menggunakan dana pribadi untuk mendatangi lokasi dan melihat langsung persoalannya," kata Sudaryono.

Baca juga: Kronologi Dialog 3 Pejabat di UGM Digeruduk Mahasiswa: Budiman, Sudaryanto, Nusron Wahid Dievakuasi

Nusron Wahid Sempat Ajak Massa Bersalawat

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengungkapkan dirinya sempat mengajak massa bersalawat ketika suasana diskusi mulai gaduh.

"Karena ramai dan gaduh, saya ajak selawatan," kata Nusron.

Nusron juga tidak sepakat jika peristiwa keluarnya dirinya dari lokasi disebut sebagai evakuasi.

"Enggak ada evakuasi. Kayak kebakaran atau bencana alam saja," ujarnya.

Setelah meninggalkan panggung, kendaraan yang ditumpangi Nusron dan Sudaryono terus diikuti massa. Keduanya kemudian turun dari kendaraan dan duduk bersila untuk melayani dialog.

"Terus mereka mengajak dialog, ya saya layani. Wong niat saya dan Pak Wamentan datang memang untuk diskusi dengan mahasiswa," kata dia.

Meski demikian, Nusron menilai situasi tidak lagi kondusif.

"Kalau ngajak dialog ya saya senang. Kalau marah-marah dan ngotot-ngototan ya saya enggak mau melayani. Wong saya sudah tua dan malam 1 Muharram, masak gegeran?" ujarnya.

Budiman Sudjatmiko: Saya Tidak Berubah

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini