Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko juga menyayangkan kericuhan yang terjadi karena menurutnya diskusi seharusnya dapat berjalan sehat dan terbuka.
"Saya mau kok berdiskusi dengan mahasiswa, tapi tadi sayangnya kondisinya sudah tidak kondusif," kata Budiman.
"Seharusnya kita bisa berdialog dengan sehat dan lancar," lanjutnya.
Budiman mengaku sebenarnya tidak keberatan tetap berada di dalam gedung untuk menemui mahasiswa. Namun petugas keamanan menilai kondisi saat itu berisiko.
"Petugas keamanan menghawatirkan kondisi yang semakin tidak kondusif apabila saat itu kita semua masih berada di dalam gedung. Saya sendiri sebenarnya tidak keberatan untuk tetap menemui mahasiswa di dalam gedung," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Budiman juga menanggapi kritik yang diarahkan kepadanya terkait perubahan sikap sejak menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya jawab, 'Aku masih seperti Budiman yang dulu. Saya enggak berubah'," kata Budiman.
Ia mengaku mendapat pertanyaan dari seseorang yang mengaku mengidolakannya sejak masih menjadi aktivis.
"Salah satu dari mereka bilang, 'Saya mengidolakan Anda dari dulu, tapi Anda mengkhianati kami. Anda hidup enak-enak. Piye, penak 'pa dadi menteri Prabowo? Lali karo rakyat?'," ujar Budiman menirukan pernyataan tersebut.
Menanggapi hal itu, Budiman menegaskan dirinya tetap memahami persoalan rakyat dan tidak mencari keuntungan dari jabatan yang diemban saat ini.
"Saya enggak pernah mencari kekayaan dari jabatan saya. Saya paham penderitaan rakyat yang kamu sampaikan. Saya mengerti. Saya bilang, 'Saya Budiman yang dulu, tidak berubah'," tuturnya.
Budiman juga mengaku melihat botol air mineral melayang saat kericuhan berlangsung. Bahkan ajudannya disebut sempat menjadi sasaran pukulan ketika berupaya melindungi dirinya.
Di akhir keterangannya, Budiman menilai kelompok yang menggeruduk panggung berbeda dengan peserta diskusi yang sejak awal mengikuti acara secara tertib.
"Pertama-tama, saya tidak terlalu percaya bahwa mereka mahasiswa. Peserta di acara diskusi tertib. Tapi pada waktu itu, ada rombongan muncul dari arah tribun. Dan itu bukan dari kumpulan mahasiswa yang tertib di situ. Saya melihat, ini kelompok yang tidak ingin dialog ini terjadi," kata Budiman.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Sudaryono, Budiman Sudjatmiko dan Nusron Bicara Insiden Diskusi UGM: Merasa Dipukul dan Tak Berubah
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Kronologi Lengkap Ratusan Mahasiswa Geruduk Diskusi Pejabat Kabinet Merah Putih di UGM
Baca tanpa iklan