"Pak, jemput pak di Rektorat UMY," kata pria itu.
Baca juga: Mahasiswa Demo Lagi, Hari ini di Samarinda dan Batam: Suarakan 4 Darurat 1 Sekarat serta Tuntutan 45
Polda DIY Akui Pria yang Ditangkap adalah Polisi
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, membenarkan bahwa pria yang ditangkap oleh mahasiswa UMY adalah polisi.
Dia mengatakan personel tersebut bertugas setelah memperoleh perintah dari pimpinan.
"Terkait video yang beredar di media sosial, kami sampaikan bahwa pria yang ada dalam video tersebut adalah benar anggota Polda DIY dan merupakan petugas yang resmi yang terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum yang dilaksanakan hari ini (kemarin) di Titik Nol," kata Ihsan dikutip dari akun Instagram resmi Polda DIY, Kamis (18/6/2026).
Ihsan menuturkan kehadiran pria tersebut semata-mata untuk mengamankan mahasiswa UMY yang hendak kembali ke kampus setelah menjalankan demonstrasi.
"Terkait yang bersangkutan ada di lokasi adalah bagian dari pelaksanaan tugas dan murni dalam rangka mengawal keselamatan peserta aksi yang akan pulang ke kampusnya dalam keadaan aman dan selamat," ujarnya.
Ihsan mengatakan bahwa ada kesalahpahaman antara polisi tersebut dengan pihak UMY.
Kini, personel yang sempat ditangkap oleh mahasiswa UMY itu telah dikembalikan ke Polda DIY.
"Terkait miskomunikasi dan kesalahpahaman tersebut telah diselesaikan dengan humanis. Kami telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan baik dengan pihak rektorat dan mahasiswa dan saat ini anggota tersebut telah kembali ke Polda DIY."
"Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas koordinasi yang sangat baik yang sudah terjalin saat ini," katanya.
Mahasiswa UMY Demo di Titik Nol Kilometer, Sampaikan 8 Tuntutan
Dikutip dari Tribun Jogja, aksi demonstrasi ratusan mahasiswa UMY digelar pada Rabu siang di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta.
Ratusan mahasiswa kompak mengenakan jas almamater berwarna merah dan melakukan orasi dalam demonstrasi bertajuk 'Merahkan Titik Nol'.
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UMY bergerak itu juga membentangkan spanduk berisi kritik tajam terhadap jalannya pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Koordinator Umum Aliansi UMY Bergerak, Arif, mengatakan bahwa aksi ini digelar karena kebijakan pemerintah hari ini dianggap hanya melayani kepentingan segelintir orang.
Dia menganggap hal tersebut berdampak kepada masyarakat di mana harga kebutuhan pokok naik dan lemahnya nilai tukar rupiah.
Baca tanpa iklan