News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Polda DIY Benarkan Pria yang Ditangkap Mahasiswa UMY saat Masuk ke Area Kampus adalah Polisi

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DITANGKAP - Seorang pria yang merupakan anggota Polda DIY ditangkap oleh mahasiswa UMY saat masuk ke area kampus di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, pada Rabu (17/6/2026) malam. Polda DIY pun mengakui bahwa pria tersebut merupakan salah satu anggotanya.

"Dominasi daripada imperialis terhadap pemerintah itu masih sangat-sangat kental dan masih sangat-sangat bergantung, sehingga kebutuhan daripada pokok rakyat, lemahnya rupiah, itu tidak terlepas daripada kepentingan politik," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa Demo Lagi, Hari ini di Samarinda dan Batam: Suarakan 4 Darurat 1 Sekarat serta Tuntutan 45

Total ada delapan tuntutan yang disampaikan dalam aksi demonstrasi tersebut yaitu:

1. Wujudkan reforma agraria sejati, cabut keanggotaan Indonesia dari Board of Peace yang tidak sejalan dengan rakyat dan prinsip kemanusiaan.

2. Segera hentikan seluruh program dan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, termasuk program makan gratis atau MBG, pelaksanaan MBG di kampus, operasi merah putih, serta pembangunan proyek-proyek strategis nasional yang merugikan rakyat.

3. Turunkan harga bahan bakar minyak ke seluruh jenis, harga kebutuhan pokok, serta harga kebutuhan produksi rakyat.

4. Hentikan kriminalisasi terhadap gerak militer, dan kekerasan yang aktif maupun purnawirawan dari jabatan sipil strategis, serta kembalikan TNI dan Polri ke barak.

5. Hentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa, buruh, tani, dan seluruh elemen rakyat sipil, serta jamin kebebasan berpendapat dan hak-hak demokrasi rakyat.

6. Hentikan segala bentuk penindasan dan perampasan tanah, eksploitasi sumber daya alam, wujudkan reforma agraria sejati, serta pembangunan industri nasional sebagai satu-satunya jalan pembebasan rakyat dari belenggu sistem yang menindas dan menghisap.

7. Prioritaskan APBN untuk sektor pendidikan dan kesehatan, hentikan komersialisasi, liberalisasi, dan privatisasi pendidikan, serta wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis bagi masyarakat rakyat Indonesia.

8. Menuntut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengakui kesalahan atas kebijakan yang merugikan rakyat atau segera turun.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Jogja/R. Hanif Suryo Nugroho)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini