TRIBUNNEWS.COM - Beberapa hari usai Elon Musk membeli media sosial Twitter, jumlah followers (pengikut) akun figur publik, termasuk penyanyi Katy Perry hingga mantan Presiden AS Barack Obama, turun drastis.
Dilansir Hollywood Reporter, terjadi penonaktifan "organik" massal dan fluktuasi besar dalam jumlah pengikut untuk beberapa pengguna profil tertinggi di Twitter.
Elon Musk menyetujui kesepakatan pengambilalihan media sosial besar tersebut senilai 44 miliar dolar AS atau setara Rp 634 triliun, Selasa (26/4/2022).
Baca juga: Reaksi Twitter Atas Gaya Penalti Panenka Karim Benzema, Mengingatkan pada Sosok Zinedine Zidane
Menurut laporan NBC News yang diterbitkan hari Selasa, Obama yang merupakan pengguna Twitter yang paling banyak diikuti, dengan 131,7 miliar pengikut, jumlah pengikutnya turun 300.000 sejak Senin.
Katy Perry yang memiliki 108,8 juta pengikut, kehilangan 200.000 pengikut. Twitter secara rutin membersihkan platformnya dari bot dan akun palsu yang dapat menyebabkan penurunan jumlah pengikut.
Akan tetapi perusahaan mengonfirmasi kepada NBC News bahwa penurunan jumlah followers baru-baru ini terjadi secara "organik", tidak otomatis atau penghapusan bot.
Yang berarti ratusan ribu pengguna Twitter secara sukarela menonaktifkan akunnya.
Penonaktifan tersebut terjadi bisa jadi karena pengguna Twitter khawatir atas pendekatan maksimalis Musk terhadap kebebasan berbicara.
Mereka menduga kehadiran Musk akan menyebabkan perubahan moderasi konten pada platform dan kebijakan yang kurang ketat tentang penyalahgunaan, kelompok politik ekstrem, dan kembalinya pengguna yang dilarang.
Baca juga: PROFIL Elon Musk, Bos SpaceX dan Tesla yang Kini Membeli Twitter, dari Mana Sumber Kekayaannya?
“Perasaan intuitif saya yang kuat adalah bahwa memiliki platform publik yang dapat dipercaya secara maksimal dan inklusif secara luas sangat penting bagi masa depan peradaban. Saya sama sekali tidak peduli dengan ekonomi," kata Musk pada konferensi TED di Vancouver pada 14 April.
5 hal yang mungkin terjadi usai Elon Musk membeli Twitter
Editor teknologi global dari Guardian, Dan Milmo, memperkirakan lima hal yang akan terjadi setelah Musk mengambil alih Twitter.
1. Akun Donald Trump
Musk menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang memegang prinsip "kebebasan berbicara".
Nasib akun Twitter mantan Presiden AS Donald Trump yang ditangguhkan akan menjadi ujian kuat dari prinsip itu.