News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Laporannya Terhadap Ahmad Dhani Mandek, Rayen Pono Mohon Prabowo Respons Surat dari Polda

Penulis: Fauzi Nur Alamsyah
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AHMAD DHANI DIPOLISIKAN - Musisi Rayen Pono resmi melaporkan Ahmad Dhani terkait kasus diskriminasi ras dan etnis dan UU ITE di Bareskrim Mabes Polri, Rabu (23/4/2025). (Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyanyi Rayen Pono memita Presiden Prabowo merespons surat dari Polda Metro Jaya agar dapat memeriksa Ahmad Dhani.

Diketahui Rayen Pono melaporkan Ahmad Dhani selaku anggota DPR dari Fraksi Gerindra ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan, telah membuat perasaan permusuhan di muka umum dan atau penghinaan terhadap suku, ras, dan etnis.

Itu terjadi saat Dhani Ahmad menyebarkan undangan diskusi publik terkait Undang-Undang Hak Cipta ke awak media.

Pada undangan ia mencantumkan nama Rayen Porno, bukan Rayen Pono.

Pono bukan sekadar nama, tapi identitas marga keluarga yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Laporan Rayen Pono diterima Polda Metro Jaya. Namun, karena Ahmad Dhani anggota DPR, menurut undang-undang harus mendapat persetujuan tertulis dari presiden, apabila hendak memeriksa yang bersangkutan, terkait masalah hukum.

"Perkembangannya yang perlu kami update hari ini adalah kami selaku kuasa hukum dari Bung Rayen mendesak kepada Presiden, Pak Prabowo, agar surat yang sudah dikirim oleh Polda Metro Jaya segera direspons," ujar Jajang dalam jumpa persnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025).

Jajang menekankan bahwa kasus ini telah menjadi perhatian publik dan dikhawatirkan akan berkembang liar di ruang publik jika tidak segera ditangani dengan serius.

"Karena ini perkara sudah menjadi atensi publik, jangan sampai ini menjadi liar ke mana-mana," tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Rayen Pono telah mengalami tekanan psikologis akibat serangan dari akun-akun anonim di media sosialnya.

Padahal Rayen hanyalah korban dalam masalah ini.

"Bung Rayen sebagai korban sangat merasakan dampak yang luar biasa, khususnya di media sosial. Beliau diserang oleh buzzer-buzzer dengan followers nol tapi komentarnya luar biasa," ujar Jajang.

"Seolah-olah Bung Rayen adalah pelaku kriminal, padahal beliau adalah korban dalam perkara ini," lanjutnya.

Desakan tersebut diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh Prabowo Subianto. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini