"Ini 90 persen komedi," ujarnya sambil tertawa.
"Jadi selama syuting pun enggak ada horor-horornya sama sekali, justru kita malah ketawa mulu di set, di basecamp ketawa," ungkap Jefan.
Film Dukun Magang menawarkan cerita tentang benturan antara logika modern dan tradisi mistis yang masih hidup di tengah masyarakat.
Kisahnya berpusat pada Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang selama ini menganggap dunia gaib hanyalah mitos.
Namun pandangannya mulai berubah ketika skripsinya terus ditolak oleh dosennya, Pak Arief.
Demi lulus kuliah, Raka akhirnya memilih topik penelitian mengenai dunia perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang dikenal kuat dengan tradisi mistisnya.
Dalam perjalanannya, Raka tidak sendirian. Ia ditemani Boiman, sahabatnya yang penakut namun setia, serta Sekar, teman kampus yang berasal dari Desa Kalimati.
Kehadiran Sekar menjadi jembatan bagi Raka untuk mengenal kehidupan masyarakat desa yang masih memegang erat tradisi dan kepercayaan turun-temurun.
Niat awal Raka yang hanya ingin mengumpulkan data penelitian perlahan berubah menjadi petualangan penuh misteri.
Bersama teman-temannya, ia mulai menemukan berbagai ritual aneh, rumah-rumah tua yang menyimpan rahasia, hingga sosok Mbah Djambrong, dukun legendaris yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan desa dari gangguan gaib.
Masalah semakin besar ketika Raka tanpa sengaja membangkitkan amarah Kuntilanak Hitam, entitas gaib yang telah lama terkurung di Desa Kalimati.
Teror demi teror pun menghantui mereka dan memaksa Raka mempertanyakan keyakinannya selama ini bahwa segala sesuatu dapat dijelaskan dengan logika.
Selain Jefan Nathanio, film berdurasi 100 menit ini juga dibintangi Hana Saraswati sebagai Sekar dan Fajar Nugra sebagai Boiman.
Deretan pemain lain yang turut meramaikan film ini antara lain Adi Sudirja, Yan Patroman, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, dan Mo Sidik.
Rencananya film horor komedi Dukun Magang akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan