TRIBUNNEWS.COM - Keberadaan cabang olahraga Boccia di ASEAN Para Games 2025 disambut Indonesia dengan mengirimkan total 11 atlet yang akan bertanding di Thailand pada 20-26 Januari 2026.
Tentu saja ada harapan tinggi yang tersemat kepada kontingen Indonesia yang bertanding di cabor Boccia ini.
Salah satunya adalah raihan medali yang diharapkan bisa disumbangkan Boccia untuk Indonesia di ASEAN Para Games mendatang.
Tim Boccia Indonesia sendiri menyambut dengan optimis pesta olahraga antarnegara Asia Tenggara ini.
Mereka mengajukan target yang ingin dicapai saat mengikuti ajang olahraga bergengsi tersebut.
Baca juga: Peta Persaingan Boccia di ASEAN Para Games 2025, Indonesia Saling Sikut dengan 3 Negara Kuat
Boccia menargetkan bisa mendapatkan total 8 medali di ASEAN Para Games 2025.
Rinciannya, 8 medali itu tersebar di 2 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.
Kontingen Boccia Indonesia tak sembarangan dalam menentukan target ini.
Mereka terlebih dahulu menjalankan riset untuk mengukur peta kekuatan lawan dan tim sendiri di tengah persaingan yang luar biasa.
Tim pelatih berharap dua medali emas bagi Boccia Indonesia bisa datang dari nomor tunggal putra BC1 dan tunggal putri BC2.
Adapun atlet yang diunggulkan bisa meraih medali emas dari tunggal putra BC1 adalah Muhamad Afrizal Syafa.
Sedangkan untuk nomor tunggal putri BC2, Indonesia mengandalkan Gischa Zayana.
"Kita memberikan target itu kan by research dan data ya. Di atas kertas, target kami realistis," ungkap pelatih tim Boccia Indonesia, Argya Setya Wimala, saat diwawancarai Tribunnews di Hotel Sahid Jaya, Senin (12/1/2026) sore.
"Kita juga melihat faktor Thailand yang menjadi tuan rumah dan memang rajanya Boccia. Mereka memang menguasai sekali."
"Apalagi mereka akan bermain di kandang sendiri, suporter akan sedikit banyak membuat permainan sulit ditebak," sambungnya.
Baca tanpa iklan