Empat gelar juara dunia terakhir diraih dengan motor Desmosedici, dan Ducati belum terkalahkan dalam klasemen konstruktor sejak 2019.
Fakta ini membuat Ducati dipandang sebagai pilihan paling aman bagi pembalap yang mengejar gelar juara, terlepas dari perubahan regulasi.
Emmett menilai Ducati tidak perlu menawarkan kontrak bernilai fantastis untuk menarik Quartararo. Menurutnya daya tarik utama Ducati adalah performa motor, bukan sekadar nominal gaji.
“Ducati bukan soal berenang di uang. Tawaran mereka sederhana: jika ingin menjadi juara dunia, datang dan naik motor kami,” ujar Emmett, dikutip dari laman MotoGPNews.
Ia juga menilai Quartararo yang belum memenangi balapan MotoGP sejak 2022, bersedia mengorbankan pendapatan besar demi peluang kembali bersaing di level tertinggi.
Pandangan tersebut diamini jurnalis lain, Neil Morrison, yang memprediksi duet Marc Marquez dan Fabio Quartararo sebagai pasangan ideal Ducati di era baru MotoGP.
Kombinasi pengalaman juara dunia dan talenta murni dinilai cocok untuk menghadapi tantangan regulasi baru.
Namun tidak semua sepakat, Adam Wheeler justru mengajukan skenario berbeda.
Ia memprediksi Marc Marquez akan pensiun lebih cepat, membuka jalan bagi Quartararo bergabung dengan Ducati tanpa harus menggeser Pecco Bagnaia. Dalam skenario ini, Bagnaia tetap dipertahankan sebagai pembalap utama Ducati.
Apapun keputusannya, pasar pembalap MotoGP 2027 dipastikan akan sangat dinamis. Ducati berada di posisi sentral, dan pilihan mereka berpotensi mengubah peta kekuatan MotoGP di era baru.
(Tribunnews.com/Giri)
Baca tanpa iklan