TRIBUNNEWS.COM - Update skuad Timnas Voli Putri Indonesia menjelang AVC Nations Cup 2026 for Women's di Filipina Juni mendatang. 2 pemain baru dipanggil.
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia atau PP PBVSI, dalam sudat edarannya memanggil dua pemain untuk mengikuti pelatihan nasional alias Pelatnas.
Dua pemain yang dipanggil yakni, Azzahra Dwi Febyane (Gendis) dan Kadek Diva Yanti Putri Ardiantana. Keduanya akan bergabung dengan 16 pemain lainnya yang lebih dulu dipanggil untuk jalani TC di Sentul.
Tepatnya dalam surat edaran PP PBVSI nomor 256/PP.PBVSI/V/2026, Gendis dan Kadek Diva dipanggil untuk mengikuti TC.
Dalam surat edaran tersebut mengharuskan Gendis dan Kadek Diva tiba di Sentul, paling lambat 7 Mei. Nantinya, mereka akan menjalani masa 'pendadaran' untuk pemilihan skuad final.
Diketahui, Timnas Voli Putri Indonesia besutan pelatih Marcos Sugiyama, akan berlaga dalam tiga event Internasional, meliputi:
1. AVC Nations Cup for Women (Filipina, 6-9 Juni)
2. SEA V League (Vietnam 31 Juli-2 Agustus, Thailand 7-9 Agustus)
3. AVC Continental Cup 2026 for Women (Tianjin, 21-30 Agustus)
Sebagai informasi, Kadek Diva dan Gendis merupakan pevoli muda yang belakangan namanya naik daun.
Gendis, dalam dua edisi terakhir Proliga, menjadi bagian dari Jakarta Popsivo Polwan. Meski dia bukan menjadi pilihan utama di bawah besutan Darko Dobreskov, namun Gendis dapat diandalkan ketika momen-momen genting, termasuk servisnya yang menekan.
Pun secara usia, Gendis masih 19 tahun. Sehingga dia dipandang sebagai salah satu prospek menjanjikan bagi srikandi voli Tanah Air untuk pengemban posisi outside hitter.
Baca juga: Update Skuad Timnas Voli Putri Indonesia Tanpa Megawati, Marcos Sugiyama Boyong 16 Pemain
Pun sama halnya dengan Gendis, Kadek Diva merupakan wonderkid di pervolian Indonesia.
Satu tahun lebih tua dari Gendis, Kadek Diva bertipikal 'versatile' di area penyerangan. Dia mampu bermain sebagai outside hitter, dan bisa juga dimainkan untuk posisi opposite.
Pada Proliga 2026, Kadek Diva bermain untuk Jakarta Livin Mandiri, yang sayangnya kala itu gagal menembus Final Four.
Baca tanpa iklan