News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Warisan Terakhir Viktor Axelsen: Format Baru BWF 2027 yang Lahir dari Kritik Pedasnya

Penulis: Niken Thalia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COMĀ - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) secara resmi mengonfirmasi akan mengadopsi format turnamen baru yang lebih panjang dan menyerupai cabang olahraga tenis sejak awal musim 2026 yang dikabarkan dimulai tahun 2027 nanti.

Namun, di balik kabar gembira ini, terselip sebuah ironi terkait Viktor Axelsen. Ia adalah sosok yang paling lantang memperjuangkan perubahan ini, justru harus gantung raket sebelum sempat merasakannya.

Per April 2026, sang jagoan Denmark resmi menyatakan pensiun akibat cedera pinggang yang tak kunjung membaik.

Meski Axelsen tidak akan lagi berdiri di lapangan saat format baru itu digulirkan, setidaknya BWF memiliki jadwal tanding yang lebih manusiawi pada tahun 2027.

Di mana perubahan itu dinilai sebagai warisan terbesar yang ditinggalkan Viktor Axelsen untuk generasi muda bulu tangkis.

lihat foto AXELSEN - Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen (kiri) mengembalikan bola ke arah pebulu tangkis tunggal putra China Taipei, Chou Tien Chen pada babak final Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (12/6/2022). Viktor Axelsen berhasil menjadi juara tunggal putra Indonesia Masters 2022 setelah mengalahkan Chou Tien Chen dengan skor 21-10 dan 21-12. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Revolusi 2027 Buah Perjuangan sang Jagoan Denmark

BWF telah menyusun format baru dalam perubahan jadwal untuk turnamen level Super 1000, seperti All England, Indonesia Open, dan China Open.

Jika selama puluhan tahun turnamen tersebut hanya berlangsung selama enam hari (Selasa hingga Minggu) dengan jadwal yang mencekik fisik, maka mulai tahun 2027, durasinya akan diperpanjang menjadi 11 hingga 12 hari.

Langkah ini bukan sekadar perubahan angka di kalender. Dengan durasi hampir dua minggu, BWF akan menyisipkan rest day atau hari istirahat bagi para pemain.

Format ini mengadopsi kesuksesan turnamen Grand Slam di cabang tenis. Tujuannya jelas: agar pemain tidak perlu bertanding setiap hari tanpa jeda, sehingga kualitas fisik mereka tetap terjaga hingga partai puncak.

Baca juga: Rekor Viktor Axelsen yang Belum Terpecahkan, 3 Medali Olimpiade hingga Bukti Kejayaan Eropa

Inilah yang selama ini menjadi sorotan dari seorang Viktor Axelsen di luar lapangan.

Ketika Kritik Menjadi Standar Baru

Jauh sebelum BWF mengadakan perubahan ini, Axelsen adalah tokoh utama yang berani melawan sistem yang dianggap kolot.

Juara Olimpiade dua kali tersebut kerap melontarkan kritik pedas terhadap jadwal BWF yang dinilai tidak manusiawi.

Bagi Axelsen, jadwal yang terlalu padat hanya akan menghancurkan karier atlet lebih cepat karena tingginya risiko cedera.

Lewat akun X (Twitter) pribadinya, Axelsen pernah menuliskan kegelisahannya yang kini menjadi fondasi perubahan BWF.

"All England dan Super 1000 lainnya bisa menjadi 10 hari lebih lama. Berikan para pemain satu hingga dua hari istirahat lebih banyak. Itu akan memberi lebih banyak waktu untuk memeriahkan pertandingan, serta memberi kesempatan media dan penggemar untuk berkomunikasi dengan pemain," tegasnya kala itu.

lihat foto Pebulu tangkis tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen melempar raket ke arah penonton usai mengalahkan pebulu tangkis tunggal putra China Taipei, Chou Tien Chen pada babak final Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (12/6/2022). Viktor Axelsen berhasil menjadi juara tunggal putra Indonesia Masters 2022 setelah mengalahkan Chou Tien Chen dengan skor 21-10 dan 21-12. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini