News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Warisan Terakhir Viktor Axelsen: Format Baru BWF 2027 yang Lahir dari Kritik Pedasnya

Penulis: Niken Thalia
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ia tidak hanya mengeluh, tetapi memberikan solusi agar durasi turnamen elite minimal berlangsung tujuh hingga sembilan hari.

Axelsen ingin dunia melihat bahwa atlet bukanlah mesin, melainkan manusia yang membutuhkan waktu pemulihan untuk menyajikan tontonan berkualitas tinggi bagi para penggemar.

Ironi Pahit: Pensiun Saat Keluhan Dikabulkan

Bak sebuah tragedi, BWF mengabulkan seluruh poin komplain Axelsen tepat saat fisiknya sudah tidak mampu lagi bertahan. Cedera pinggang yang membekap Axelsen sejak awal 2025 memaksanya menyerah lebih awal.

Di saat BWF mulai meninjau peningkatan prize money (hadiah uang) dan perpanjangan durasi turnamen demi kesejahteraan pemain, sang penggerak justru harus menepi secara permanen.

Meskipun tak sempat mencicipi buah dari perjuangannya sendiri, langkah mundurnya Axelsen meninggalkan warisan yang tak ternilai harganya bagi para pemain muda seperti Kunlavut Vitidsarn, Kodai Naraoka, hingga talenta muda Indonesia.

Keputusannya untuk tetap vokal hingga akhir karier telah membuka mata federasi dunia bahwa kesehatan atlet adalah aset paling berharga.

Perubahan format pada 2027 mendatang akan selalu dikenang sebagai "Axelsen’s Legacy".

Berkat desakannya, para pemain generasi baru kini memiliki harapan untuk menjalani karier yang lebih panjang dengan risiko cedera yang lebih terkendali.

(Tribunnews.com/Niken)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini