Di sektor tunggal putra, konsistensi menjadi kunci utama. Jonatan Christie tetap menjadi tumpuan di tunggal pertama untuk meredam Christo Popov.
Selanjutnya, di pos tunggal kedua dan ketiga, nama Alwi Farhan serta Zaki Ubaidillah diprediksi akan menjadi pilihan paling realistis.
Alwi yang memiliki mobilitas tinggi akan menghadapi tantangan besar dari Alex Lanier, sementara Zaki Ubaidillah kemungkinan besar bakal berhadapan dengan Toma Junior Popov.
Ketiga partai tunggal ini diprediksi akan berjalan hingga rubber game, mengingat kualitas teknis kedua tim yang tidak berpaut jauh.
Eksperimen Pasangan "Gado-Gado"
Beralih ke sektor ganda putra, Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan secara kolektif.
Namun, Prancis memiliki senjata mematikan pada diri Popov bersaudara yang sering merepotkan ganda-ganda papan atas dunia.
Untuk mengantisipasi hal ini, pelatih Indonesia bisa menerapkan strategi pasangan "gado-gado" atau duet dadakan, serupa dengan taktik saat meladeni Thailand kemarin.
Keputusan memasangkan Fajar Alfian dengan Nikolaus Joaquin pada laga sebelumnya diambil karena kondisi fisik Shohibul Fikri yang dikabarkan kurang fit.
Namun faktanya ini jadi strategi menarik karena bisa memberikan perlawanan ciamik hingga berakhir menang.
Ini bisa jadi opsi menarik di saat performa stabil dari Sabar Karyaman/Reza Pahlevi juga bisa menjadi opsi utama untuk mendulang poin di sektor ganda.
Prediksi Line-up Indonesia vs Prancis (28 April 2026):
- MS1: Jonatan Christie vs Christo Popov
- MS2: Alwi Farhan vs Alex Lanier
- MS3: Zaki Ubaidillah vs Toma Junior Popov
- MD1: Sabar Karyaman/Reza Pahlevi vs Eloi Adam/Leo Rossi
- MD2: Fajar Alfian/Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan