Meski China sempat memimpin lagi lewat He Bing Jao, ganda kedua Korea, Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Pahlawan tak terduga akhirnya muncul di partai penentu.
Sim Yu-jin, yang turun sebagai tunggal ketiga, meladeni Wang Zhi Yi selama 88 menit untuk memastikan trofi Uber Cup 2022 pulang ke Seoul.
Menatap final 2026, situasinya kini berbeda. An Se-young datang dengan status pemain yang jauh lebih matang dan berpengalaman.
Dengan komposisi ganda putri yang tetap solid dan kompetitif, Korea mengusung misi untuk mengulangi kejayaan tersebut.
Kematangan skuad Korea kali ini benar-benar menjadi ancaman nyata bagi ambisi back-to-back gelar juara milik Negeri Tirai Bambu.
Menanti Tuah Prancis Meruntuhkan Tembok China
Bergeser ke final Thomas Cup diwarnai fenomena baru soal Prancis.
Jika di masa lalu bulu tangkis beregu putra didominasi oleh Indonesia, China, atau Denmark, edisi 2026 menjadi panggung bagi jagoan beru Eropa.
Langkah Prancis menuju final adalah sebuah dongeng yang menjadi kenyataan.
Prancis memulai kampanye mereka dengan menjegal langkah Indonesia di fase grup, memulangkan Jepang di perempat final, hingga puncaknya mengandaskan juara bertahan 2022, India, di babak semifinal.
Kekuatan utama Prancis terletak pada trio tunggal mereka yakni Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov.
Strategi mereka mencoba mengunci kemenangan di tiga partai awal sebelum laga memasuki sektor ganda yang menjadi kelemahan mereka.
Namun, lawan yang mereka hadapi di partai puncak adalah China. Negeri Tirai Bambu memiliki skuad yang sangat merata di semua sektor.
Nama-nama seperti Shi Yu Qi, Li Shi Feng, dan Weng Hong Yang diprediksi akan menjadi batu sandungan Prancis.
Tapi, motivasi tinggi Prancis untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim semenjana bisa menjadi senjata rahasia.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan