News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BWF World Tour

Kondisi Pelik Malaysia di Polytron Indonesia Open 2026: Ganda Putra Jadi Benteng Terakhir

Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEARLY/THINAAH - Reaksi Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan dari Malaysia saat melawan Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Silva Ramadhanti dari Indonesia pada final Hong Kong Open di Hong Kong pada 17 September 2023. Situasi pelik badminton Malaysia di Polytron Indonesia Open 2026. (Foto Arsip September 2023). PETER TAMAN / AFP

TRIBUNNEWS.COMĀ - Polytron Indonesia Open 2026 tidak hanya menghadirkan tekanan besar bagi skuad tuan rumah. Situasi yang tidak kalah pelik tengah membayangi delegasi dari negara tetangga, Malaysia.

Gelaran turnamen berlevel BWF World Tour Super 1000 di Istora, Senayan, ini tampaknya datang di waktu yang kurang bersahabat bagi pasukan Negeri Jiran.

Menilik data statistik dan kondisi terkini di atas kertas, kekuatan Malaysia saat ini sedang berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

Didera badai cedera, isu inkonsistensi performa, hingga perjuangan keras para pemain untuk menemukan kembali sentuhan terbaik.

Secara garis besar, Malaysia kini praktis hanya bisa menggantungkan harapan tertinggi mereka lewat sektor ganda putra.

lihat foto GOH/NUR - Ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, bertanding dalam babak 16 besar Malaysia Masters 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 Mei 2026. (Foto: BAM)
Benteng Terakhir Malaysia

Di tengah situasi darurat ini, sektor ganda putra menjadi satu-satunya sektor yang paling menjanjikan bagi Malaysia.

Dua pasangan terbaik mereka, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, datang ke Istora Senayan dengan menyandang status sebagai pemain unggulan.

Pengalaman Chia/Soh di turnamen besar serta daya ledak Goh/Nur diharapkan mampu menjadi penyelamat muka Malaysia di turnamen berhadiah total Rp25,88 miliar ini.

Namun, selain di sektor ganda putra, kabar tak sedap justru mendominasi persiapan para penggawa andalan Negeri Jiran lainnya.

Baca juga: Toh Ee Wei Cedera ACL, Juara Dunia Mundur dari Polytron Indonesia Open 2026

Era Baru Sektor Tunggal

Pilu pertama melanda sektor tunggal putra. Malaysia yang biasanya bertumpu pada Lee Zii Jia, kini dipaksa harus berpaling dari sang mantan juara All England tersebut.

Pada Polytron Indonesia Open 2026 kali ini, nama Leong Jun Hao muncul sebagai satu-satunya harapan tunggal putra Malaysia.

Lee Zii Jia dipastikan absen dari turnamen ini karena namanya tidak terdaftar dan peringkat dunia miliknya tidak lagi memenuhi syarat.

Hal ini merupakan efek domino setelah sang pemain memutuskan hiatus sepanjang tahun 2025 lalu demi fokus pada pemulihan cedera.

Kini, setelah masa perlindungan peringkat (protected ranking) miliknya habis, posisi peringkat dunia Lee Zii Jia merosot tajam.

Imbas dari situasi ini, peta kekuatan tunggal putra Malaysia mulai mengalami pergeseran ke para pemain muda.

lihat foto PEMAIN MALAYSIA - Lee Zii Jia dari Malaysia kembali ke Ricky Tang dari Australia selama pertandingan tunggal putra mereka dari kejuaraan bulu tangkis dunia Piala Sudirman 2023 di Suzhou, di provinsi Jiangsu timur China pada 14 Mei 2023. (Foto Arsip Mei 2023). STR/AFP
Cedera ACL Toh Ee Wei
Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini