Tak Masuk Proyeksi Olimpiade 2028, Apa Respons Apriyani/Lanny?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari tak ambil pusing setelah nama mereka belum masuk dalam proyeksi pasangan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 yang disusun Pelatih Kepala Ganda Putri Indonesia, Karel Mainaky.
Sebelumnya, Karel menyebut terdapat tiga pasangan yang saat ini menjadi fokus pembinaan menuju Olimpiade 2028, yakni Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi.
Menanggapi hal tersebut, Apriyani mengatakan dirinya dan Lanny saat ini tidak ingin terlalu memikirkan perburuan poin menuju Olimpiade.
Keduanya memilih fokus memperbaiki kualitas permainan dan membangun chemistry sebagai pasangan baru.
“Jujur kami sekarang tidak fokus untuk mengejar poin Olimpiade. Memang target akhirnya adalah Olimpiade, tetapi yang kami fokuskan sekarang adalah pekerjaan rumah ke depan, seperti cara bermain, pola permainan, dan komunikasi,” kata Apriyani di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu menegaskan bahwa dirinya dan Lanny ingin menjalani proses secara bertahap.
Terlebih masih banyak aspek yang perlu dibenahi sebelum berbicara lebih jauh mengenai peluang lolos ke Olimpiade.
“Yang kami mau sekarang adalah step by step memperbaiki itu dulu. Kami ingin mempersiapkan hal-hal kecil terlebih dahulu sehingga pada akhirnya bisa menunjang target yang lebih besar,” ujarnya.
Apriyani juga mengaku tidak ingin membebani diri dengan target Race to Olympic.
Ia pun memilih bersikap realistis dan fokus pada perkembangan pasangan mereka di lapangan.
“Fokus kami adalah memperbaiki apa yang ingin diperbaiki oleh Lanny dan saya. Mulai dari komunikasi, cara bermain, hingga membangun kepercayaan satu sama lain. Semakin ke sini kami semakin terbentuk sebagai pasangan,” terang Apriyani.
Meski demikian, Apriyani tak menampik bahwa tampil di Olimpiade tetap menjadi impian setiap atlet.
“Kami tidak mau muluk-muluk dulu, tetapi siapa sih yang tidak mau bermain di Olimpiade?” ucapnya.
Baca tanpa iklan