Mereka tidak membiarkan lawan menjauh dan terus menempel ketat perolehan angka dalam aksi saling kejar poin yang menegangkan.
Konsistensi dalam menjaga jarak poin, yang dipadukan dengan transisi bertahan ke menyerang yang ciamik, akhirnya membuahkan hasil manis.
Sempat tertinggal 16-13, Adnan/Indah mengamuk. Mereka sukses memanfaatkan celah di lini pertahanan Feng/Huang untuk memberondong tujuh poin beruntun.
Akhirnya mereka menutup gim kedua dengan kemenangan 17-21. Laga pun terpaksa berlanjut ke gim penentu.
Antiklimaks di Gim Penentu
Pada gim ketiga, situasi sempat berbalik menjadi mimpi buruk bagi Adnan/Indah.
Mereka kehilangan fokus di awal laga dan terlalu banyak membuang peluang emas.
Akibat kegagapan tersebut, Adnan/Indah tertinggal sangat jauh dengan skor mencolok 12-3.
Pada titik ini, peluang untuk melakukan comeback dinilai hampir mustahil.
Namun, Adnan/Indah menolak menyerah. Memanfaatkan penurunan performa Feng/Huang yang mulai melempem, ganda Indonesia ini perlahan tapi pasti mengikis margin skor.
Aksi heroik mereka sangat mengesankan ketika mampu memangkas ketertinggalan raksasa tersebut hingga menempel ketat di angka 18-17.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada tuan rumah.
Saat momentum kebangkitan sudah di depan mata, masalah ketenangan kembali menjadi batu sandungan.
Terburu-buru dalam mengesekusi peluang akhir justru membuyarkan misi comeback yang sudah dirancang.
Adnan/Indah akhirnya harus menyudahi perlawanan dengan skor 21-18 di gim ketiga.
(Tribunnews.com/Niken)
Baca tanpa iklan