Wajah Murung dan Kerap Hela Nafas Panjang, Ekspresi Putri KW Usai Dibungkam Chen Yu Fei
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Putri Kusuma Wardani tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat memasuki area mixed zone Istora Senayan usai menuntaskan laga perempat final Polytron Indonesia Open 2026, Jumat (5/6/2026).
Atlet tunggal putri andalan Indonesia ini terlihat datang dengan wajah murung tanpa memberikan senyum kepada awak media yang telah menantinya.
Mengenakan jersey putih yang masih basah oleh keringat, Putri KW terlihat datang dengan wajah yang sangat murung.
Kekecewaan terpancar usai takluk dari ratu bulu tangkis China, Chen Yu Fei, di perempat final Polytron Indonesia Open 2026.
Sebelum pertanyaan pertama meluncur dari awak media, pemain yang juga anggota aktif Polri ini berdiri diam sejenak.
Ia menarik pundaknya, lalu mengembuskan helaan napas yang sangat panjang.
Helaan napas itu seolah menjadi gambaran betapa beratnya tekanan dan kekecewaan yang ia rasakan setelah gagal memanfaatkan peluang emas di gim kedua.
Dalam sesi wawancara yang berlangsung hampir empat menit tersebut, Putri berbicara dengan nada suara yang rendah.
Ia tak kuasa menyembunyikan rasa kecewanya karena sempat unggul jauh namun justru tergelincir di poin kritis.
"Yang membuat aku kecewa, sedikit lagi aku bisa rubber dan punya kesempatan untuk menang juga kan," ungkap Putri.
Putri mengakui di balik wajah lesunya itu, ada penyesalan atas keputusan teknis saat memimpin di angka 18. Ia terjebak dalam "nafsu" untuk segera mengakhiri pertandingan.
"Tapi di poin 18 itu kayak bumerang, jadi kayak buru-buru, pengen cepat matiin. Mungkin sedikit mengubah pola jadi bermain agak buru-buru sendiri," tambahnya dengan nada menyesal.
Sepanjang wawancara, raut wajahnya tetap datar, mencerminkan rasa frustrasi melawan dominasi fokus Chen Yu Fei yang menurutnya sangat kuat.
Kekalahan di Istora hari ini menambah panjang daftar 'penasaran' Putri KW saat bersua sang raksasa asal China tersebut.
Baca tanpa iklan