Setelah itu, Xabi hijrah ke Real Madrid selama lima tahun lagi, dan kemudian mengakhiri karir bermainnya dengan tiga musim penuh trofi di Bayern Munchen.
Dia bermain secara reguler dalam generasi emas tim nasional Spanyol, mencatatkan 114 caps dengan prestasi memenangkan satu Piala Dunia (2010) dan dua trofi Euro (2008, 2012).
Sebelum ditunjuk sebagai manajer Leverkusen, Alonso pernah melatih tim U-14 Real Madrid dan tim B Real Sociedad.
Saat ini, Alonso menjadi nama yang paling banyak dicari. Kemampuannya untuk mengubah nasib Leverkusen dan gaya sepak bola yang ditunjukkan para pemainnya menari banyak klub.
Liverpool, Bayern Munchen hingga Barcelona adalah beberapa klub yang paling santer dikaitkan dengannya.
Namun demikian, banyaknya klub yang mengincar namanya ini tak membuatnya teralihkan. Bulan lalu ia menegaskan tentang fokusnya saat ini bersama Leverkusen.
"Sekarang saya pelatih Bayer Leverkusen, mengenai masa depan saya, saya belum punya pembaharuan untuk dibagikan."
"Sekali lagi, saya tidak punya hal baru untuk dibagikan," kata Alonso beberapa waktu lalu kepada Sky Sports Jerman.
Ada 10 pertandingan tersisa di musim Bundesliga dan Leverkusen adalah favorit kuat untuk memenangkan gelar liga pertamanya.
Begitu juga dengan semifinal piala domestik dan babak 16 besar Liga Europa, Bayer Leverkusen bersama Alonso dapat mengakhiri musim kedua yang mengesankan dalam manajemen tim utama dengan hat-trick trofi.
(Tribunnews.com/Tio)