TRIBUNNEWS.COM - Di sebuah sudut kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) siang itu, Zaky Mohammad Rizwar (19) menatap layar laptopnya yang sedang membuka browser dengan belasan tab.
Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi itu kerap memanfaatkan waktu luangnya di sela-sela jadwal kuliah untuk mencari ide, referensi, dan mengerjakan tugas yang mulai menumpuk.
Belakangan, Rizwar mengaku proses yang dilalui semakin dimudahkan dengan hadirnya “asisten digital” yaitu artificial intelligence (AI).
Dua dari belasan tab yang terbuka pada browser laptop Rizwar adalah platform AI, yaitu ChatGPT dan Perplexity.
Hadirnya AI dipakai Rizwar untuk mencari referensi dan teman brainstorming mengenai suatu ide atau hal yang ingin didalami.
“Untuk platform AI yang biasa saya pakai ada dua, yaitu ChatGPT dan Perplexity. Biasanya saya pakai sebagai teman berpikir dan mencari inspo (bahasa gaul inspirasi),” ungkapnya kepada Tribunnews saat ditemui di kampusnya, Rabu (19/11/2025).
Rizwar menilai dua platform AI tersebut mampu menjawab kebutuhannya di dunia perkuliahan saat ini.
“Awalnya pakai ChatGPT saja karena bagus referensinya, namun saya dapat insight dari media sosial ternyata Perplexity juga oke,” ujarnya.
Menurutnya, ChatGPT dan Perplexity dapat memberikan referensi yang berbeda, sehingga ide yang terkumpul bisa semakin banyak.
“Kalau Perplexity itu ada bedanya dalam pencarian referensi, menurut saya lebih tersusun dengan rapi, lebih sistematik, dan to the point,” ungkapnya.
Mahasiswa asal Lamongan, Jawa Timur itu membantah hadirnya AI akan membuat mahasiswa malas atau ketergantungan pada kecerdasan buatan untuk menyelesaikan tugas perkuliahan.
Baca juga: Ikhtiar Telkomsel Berdayakan Talenta Digital AI, IndonesiaNEXT Lahirkan Ide Aplikasi Inovatif
Menurutnya, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu dan teman berpikir, bukan suruhan untuk mengerjakan tugas.
“Kebanyakan saya pakai buat cari inspirasi, misal bingung benar-benar enggak tahu apa yang harus dikerjakan, jadi pakai AI.”
“Tidak dipakai untuk full buat nugas, tapi cuma cari referensi, dan yang ngerjain tetap saya,” ungkap Rizwar.
Baca tanpa iklan