"Karena peningkatan penggunaan yang signifikan, kami menghadapi masalah pemrosesan berat, yang menjadi alasan penyesuaian batas penggunaan saat ini," demikian pernyataan resmi perusahaan, seraya berjanji mempercepat upaya pemulihan kondisi ke keadaan normal sesegera mungkin.
Adapun berikut deskripsi singkat terkait tiga tingkatan tier layanan AI yang kini ditawarkan Google melalui Gemini ataupun Nanon Banana:
1. Gemini Gratis: Cukup untuk Penggunaan Harian Sederhana
Bagi yang belum berlangganan, Google tetap menyediakan akses Gemini Gratis dengan batasan ketat.
Model utamanya, Gemini 3 Pro (Thinking Mode), hanya bisa diakses dalam jumlah prompt sangat terbatas per hari dan sering berubah sesuai kebijakan Google.
Fitur lain yang tersedia:
- Context window 32 ribu token (jauh lebih kecil dibanding tier berbayar).
- Image generation via Nano Banana (100 gambar/hari) dan Nano Banana Pro (hanya 2 gambar/hari).
- Deep Research terbatas 5 laporan/bulan dengan model Fast.
- Video generation dan Agent (fitur eksperimen) tidak tersedia.
Meski gratis, tier ini cocok untuk pengguna kasual yang hanya butuh bantuan cepat seperti menjawab pertanyaan atau mengedit teks singkat.
2. Google AI Pro: Untuk Profesional yang Butuh Performa Tinggi
Menggantikan nama Gemini Advanced, Google AI Pro dipatok dengan biaya langganan Rp49.000/bulan.
Google AI Pro ini bisa dibilang menjadi pilihan utama bagi pengguna yang ingin eksplorasi lebih dalam di bidang AI.
Berikut keunggulannya:
- 100 prompt/hari untuk Gemini 3 Pro (Thinking Mode)—cocok untuk analisis kompleks.
- Akses penuh ke Gemini 2.5 Flash (model cepat) tanpa batas harian.
- Context window 1 juta token (25x lebih besar dari tier gratis), memungkinkan pemrosesan dokumen panjang.
- 20 laporan Deep Research/hari dengan model 3 Pro Thinking (vs 5 laporan/bulan di tier gratis).
- 1.000 gambar/hari via Nano Banana dan 100 gambar/hari via Nano Banana Pro.
- 3 video/hari dengan Veo 3.1 Fast dan 20 audio overview/hari.
Adapun kekurangan fitur Google AI Pro dibandingkan tier di atasnya adalah keberadaan Agent dan Deep Think dengan konteks 192k yang belum tersedia.
Kekurangan ini pun menjadikan tier ini kurang ideal untuk tugas otomatisasi berat.
3. Google AI Ultra: Tier Premium untuk Pengguna "Powerhouse"
Di tier teratas, Google memberikan layanan AI Ultra dengan harga langganan sekitar Rp149.000/bulan.
Google AI Ultra sendiri bisa dibilang jawaban bagi para developer, peneliti, ataupun pelaku bisnis yang butuh kemampuan AI maksimal.
Ini fitur yang membuatnya spesial:
- 500 prompt/hari untuk Gemini 3 Pro (Thinking Mode)—5x lipat tier Pro.
- Fitur Agent eksklusif: Hingga 200 permintaan/hari dengan 3 agent bisa jalan bersamaan, memungkinkan otomatisasi multitasking (misal: riset pasar + analisis data + pembuatan laporan sekaligus).
- Deep Think: Hingga 10 prompt/hari dengan konteks 192k token, ideal untuk simulasi skenario kompleks.
- 200 laporan Deep Research/hari dan 200 audio overview/hari—10x lipat tier Pro.
- 1.000 gambar/hari untuk Nano Banana Pro (vs 100 di tier Pro) dan 5 video/hari via Veo 3.1 preview (kualitas lebih tinggi).
Selain itu, Anda bisa membuat slide/presentasi generation tanpa batas di tier layanan ini.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan