News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wisata Sumsel

Ki Mas Hindi Menegaskan Palembang Bukan Jawa, Sejarah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Meski telah mengalami renovasi, bentuk asli bangunan tidak berubah.

Perubahan hanya dilakukan pada bagian dalam bangunan dengan menambah sekat-sekat dan penutupan pintu-pintu penghubung.

Berbeda dengan bangunan yang didirikan pada masa Kesultanan Palembang Darussalam yang umumnya memakai bahan kayu, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memakai bahan bata.

Pengadaan koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II diawali sekitar tahun 1984, bersamaan dengan dipindahkannya Museum Rumah Bari ke Museum Balaputera Dewa di Jalan Srijaya 1, KM 5.5 Palembang.

Museum Rumah Bari yang awalnya dikelola Pemerintah Kota Palembang, untuk kepentingan yang lebih besar dipindahkan ke Museum Provinsi Sumatera Selatan.

Namun pemindahan tersebut tidak beserta koleksinya.

Koleksi peninggalan Museum Bari-lah yang menjadi cikal-bakal koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, selain koleksi Arca Buddha Siguntang yang terlebih dahulu berada di halaman Museum SMB II.


Meja dan kursi tamu Palembang yang terinspirasi sejak kedatangan Belanda ke Bumi Sriwijaya. (Sriwijaya Post/Yandi Triansyah)

Museum ini meyimpan arca-arca kuno diantaranya Ganesha, Amarawati dan Udha di era Sriwijaya, berbagai macam perabotan tradisional kesultanan Palembang serta sketsa yang menggambarkan perjuangan rakyat Palembang dalam usahanya mengusir penjajah Belanda.

Di dalam museum terdiri dari tujuh ruangan. Tiap-tiap ruangan menyimpan koleksinya sendiri.

Di ruangan pertama, pengunjung akan disuguhkan beberapa prasasti, seperti prasasti kedukan bukit, Boom Baru.

Namun bukan prasati aslinya melainkan miniaturnya.

Ruangan kedua, beberapa koleksi pakaian Sultan Mahmud Badaruddin II, songket, dan miniatur Masjid Agung.

Ruangan ketiga, diisi dengan koleksi kursi Sultan, dan bebera koleksi foto Sultan Palembang.

Ruangan keempat koleksi uang logam dari masa ke masa dan alat tangkapan ikan.

Ruangan lima, peralatan menikah dan lahiran. Sedangkan pelaminan dan pakaian pengantin menghiasi ruangan keenam.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini