News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Madrasah dan Sekolah di Indonesia

Penulis: Haji Suteja
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kutacane, Aceh Tenggara, Selasa (31/5) berdemo ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Agara. Mereka minta Kepala Sekolah (Kepsek) MAN Kutacane, Djoharuddin dan Wakil Kesiswaan, Ismardani, diturunkan dari jabatannya dan dikeluarkan dari sekolah itu. Para pendemo yang memakai seragam lengkap dengan atribut sekolah MAN itu berjalan kaki (longmach) dari sekolah sambil mengusung berbagai poster

 

 

Arah dan Tujuan                                              Proses                                    

    Multibudaya Peserta Didik                        Masa     Depan Lulusan

Kompetensi Guru
 
     

 

 

3.      Disain Madrasah

            Secara kelembagaan desain pengembangan madrasah yang dicanangkan pemerintah terfokus pada tiga desain utama yaitu : madrasah unggulan, madrasah model dan madrasah reguler atau kejuruan.  Bebersapa aspek yang dikembangkan adalah : aspek administrasi/manajemen, ketenagaan, kesiswaan,, kultur belajar dan sarana prasarana.  Sedangkan yang dijadikan prioritas adalah apsek kultur yang kuat dari murid, kemepimpinan kolaboratif dan belajar kolektif dari kepala madrasah dan dewan guru, serta pembiasaan murid menghadapi perubahan/ketidakpastian. [12]

C. Analisis KEKUATAN SEKOLAH

TRIBUNNEWS.COM - Sekolah, dalam bahasa Indonesia adalah terjemahan dari  kata school.  Kata sekolah adalah termasuk kata serapan  dari bahasa asing. Kata itu berasal dari kata  schole  (Yunani) schole  (Latin), school  (Inggris), school  (Belanda), dan schule  (Jerman). Schole  (Yunani) berarti : bebas dari pekerjaan dalam masyarakat yang masih mengenalpebudakan. Golongan merdeka yang bebas dari perkejaan ini mengisi waktunya dengan berdisikusi, mendengarkan ceramah dan membaca karya-karya ilmiah atau filsafat. [13]

Sekolah sebagai suatu sistem memiliki banyak karakteristik umum sebagaimana organisasi lainnya yang berskala luas. Dua diantara karakterstik itu ialah  pertama, sistem persekolahan mempunyai tujuan. Kedua, tugas sistem pesrsekolahan ialah memberikan pengetahuan dan ketrtampilan kepada peserta didik, dankarena itulah para guru atau pendidik dipekerjakan.[14]

Sekolah  di Indonesia yang kita temui sekarang adalah produk dari kebudayaan  Hindu, Islam dan Barat.  Sistem relasi  guru-murid merupakan salah satu produk kebudayaan Sistem Gurukala. Syaikh Mawlana Malik Ibrahim dinilai telah membawa tradisi sistem Guru Kala ke dalam sistem pendidikannya dalam menyebarkan Islam di Nusantara. Di Nusantara Sistem Guru Kala  telah berkembang mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Airlangga di Surabaya Jawa Timur dan pendidikan Buddha pada   masa pemerintahan Sriwijaya. Ki Hajar Dewantara memasukkannya ke dalam Taman  Siswa.[15]

Pada perkembangan selanjutnya, sistem pendidikan yang berasal dari Hindu-Jawa lambat laun berubah menjadi perguruan-perguruan agama Islam.[16] Taman Siswa, sebagai generasi sesudah pendidikan sistem pesantren, menciptakan hubungan yang sangat akrab antara guru dan murid dengan membuat ruangan khusus yang didiami oleh guru-guru di lingkungan asrama murid.

Semula pendirian sekolah-sekolah di Indonesia dimaksudkan sebagai strategi utama pemerintahan kolonial untuk memperluas pengaruh agama (Kristen). Perkembangan kemudian menunjukkan adanya dorongan tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini