News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Punyakah Visi Kebangsaan, Kopindo ?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Firdaus Putra, Direktur Kopkun Institute – Institut Sosial Ekonomi dan Koperasi, Purwokerto. Tergabung dalam jaringan Sukarelawan Indonesia untuk Perubahan (SI Perubahan). Pernah menjabat sebagai Pengurus Kopindo.

Demokrasi ekonomi yakni bagaimana membuat rakyat banyak dapat mengakses kue-kue pembangunan ekonomi negeri ini, bukan sebaliknya, nilai lebih hanya dinikmati segelintir orang saja.

Demokrasi ekonomi membangun rakyat banyak menjadi subyek ekonomi, yang tentu saja harus lebih banyak memproduksi daripada mengkonsumsi.

Demokrasi ekonomi juga bagaimana membuat sumber daya dimiliki dan dikelola berbasis komunitas.

Misalnya pemilikan sumber mata air harus sepenuhnya dimiliki komunitas sekitar dan peruntukkannya pertama untuk kebutuhan mereka.

Bukan kemudian diprivatisasi dibawah kendali perusahaan air minum kemasan yang perharinya menyedot ribuan sampai jutaan liter kubik.

Dampaknya masyarakat sekitar mengalami kekeringan.

Visi demokrasi ekonomi meletakkan kemandirian sebagai pilar pembangunan.

Bukan sebaliknya bergantung pada hutang luar negeri yang terus menggerogoti devisa, nilai tukar dan membuat neraca perdagangan timpang. Kemandirian hanya mungkin dibangun bila rakyat berbondong menabung, investasi dan produksi.

Sebaliknya, saat ini kita tergolong masyarakat konsumen dengan mantra, “Belanja lewat kredit, kredit untuk belanja”.

Dalam berbagai variasi agenda demokrasi ekonomi itu, Koperasi Pemuda Indonesia yang 11 Juni lalu ulang tahun, tak terdengar banyak sumbangsih pemikirannya. Paling sering terdengar koperasi ini menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan.

Alhasil Kopindo sebagai organisasi nasional tak punya cara pandang makroskopik masalah-masalah keindonesiaan. Kopindo menjadi tak ubahnya dengan pusat pelatihan dari remah-remah kue proyek pemerintah.

Kaderisasi Gagal

Rendahnya visi kebangsaan itu tak bisa kita katakan sebagai kegagalan Pengurus. Melainkan cermin dari masalah yang sistemik, kaderisasi yang gagal.

Sehingga siapapun pengurusnya, seringkali berasal dari koperasi mahasiswa, pasti mengulangi kesalahan yang sama.

Tak dapat memposisikan Kopindo sebagai organisasi pemuda tingkat nasional dengan visi kebangsaan.
Kaderisasi yang gagal itu bisa kita lacak dari pola kaderisasi pada koperasi primernya.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini