Mereka datang jauh-jauh ke Sumba bukan tanpa maksud dan tujuan mulia.
Tujuan mereka hanya satu yakni berbagi pengetahuan, berbagi ilmu yang mereka miliki untuk bisa menginspirasi anak-anak pedalaman ini.
Hal itu selaras dengan visi yang ingin dicapai oleh kegiatan KFC Berbagi Inspirasi.
Tidak hanya anak-anak yang semangat untuk belajar. Namun kaum muda perkotaan ini pun sangat bersemangat untuk bisa mengajari anak-anak dan berinteraksi dengan mereka.
Tidak peduli dengan kondisi sekolah yang kondisinya miris, serta tidak peduli dengan perbedaan yang ada.
Tekad mereka hanya satu yakni berbagi.
Dari kegiatan inilah kaum muda bisa menunjukan kepada masyarakat luas bahwa hidup mereka tidak hanya untuk hura-hura, tetapi juga bisa bermanfaat bagi orang lain.
Bahkan mereka senang dengan adanya kegiatan ini.
Karena mereka bisa banyak belajar dari semangat dan tekad anak-anak pedalaman.
Malah banyak yang menyebut jika anak-anak di sana telah banyak menginspirasi mereka.
Kehidupan anak-anak di pedalaman Sumba menjadi pelajaran hidup untuk mereka bisa lebih bersyukur lagi atas kehidupan mereka di kota.
Jika Candil bernyayi 'Rocker Juga Manusia', atau Sule dengan nyanyian 'Tak Selamanya Jagung itu Direbus', nah kaum muda juga bisa kok terlepas dari stereotip-stereotip yang ditunjukkan padanya.
Asalkan dia menemukan wadah dan kesempatan yang tepat untuk bisa berbagi manfaat.
Anyway, kini saatnya kaum muda menunjukan kepeduliannya terhadap liingkungan sosialnya.
Jangan ragu lagi untuk berkontribusi terhadap pendidikan di pelosok negeri.
Penulis : Nurhasanah, Mahasiswi Sosiologi UGM