News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

PSSI dan Kutukan Sisifus

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

logo PSSI (Football Association of Indonesia)

Pun, Timnas Indonesia U-19 tersingkir di Piala AFC U-19. Mereka kalah 0-2 dari Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada babak perempat final Piala AFC U-19, Minggu (28/10/2018).

Timas Indonesia juga gagal melangkah ke semifinal Piala AFF 2018 setelah kalah 2-4 dari Thailand pada laga ketiga Grup B, Sabtu (17/11/2018) malam, di Stadion Rajamangala, Bangkok, dan ditahan imbang 0-0 Filipina di SUGBK, Jakarta, Minggu (25/11/2018).

Apakah kekalahan demi kekalahan yang dialami Indonesia tersebut diwarnai match fixing? Kita tidak tahu. Yang jelas, perjuangan Indonesia meraih juara pernah (bahkan kerap) kandas di tengah jalan akibat dugaan match fixing. Apa yang dilakukan Timnas dan PSSI pun sia-sia, seperti Sisifus yang terkena kutukan para dewa.

Langkah PSSI membenahi pengelolaan organisasi dan mendongkrak prestasi sepak bola nasional pun sia-sia seperti Sisifus akibat adanya oknum-oknum nakal di inner cycle yang diduga terkait match fixing.

Bila benar PSSI mau membersihkan diri, mengapa Edy Rahmayadi tidak menjebak saja bandar judi yang menawarinya suap Rp 1,5 triliun itu dengan menggandeng Polri?

Kalau mau lepas dari kutukan Sisifus, mengapa PSSI tidak proaktif membongkar praktik culas match fixing bahkan justru terus menyembunyikannya? 

Kalau sudah begini, quo vadis (mau dibawa ke mana PSSI)?

Karyudi Sutajah Putra: Komisioner Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN), Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini