Munculnya gerakan NU Garis Lurus pun bentuk lain dari polarisasi di tubuh NU. Sikap mufaraqah dan gerakan sempalan di tubuh NU semacam NU Garis Lurus ini—selain diimbangi dengan NU Garis Lucu—juga bisa diredam atau diperkecil volumenya dengan memperbanyak calon ketum PBNU. Sebab jika ditelisik penyebabnya lantaran bermula dari suksesi kepemimpinan dan sikap yang anti-tesa terhadap pimpinan yang terpilih.
Akan tetapi, banyak calon tentu saja memberatkan para calon sendiri. Sebab pesaing yang memperebutkan suara konstituen lebih banyak, yang mengharuskan para calon lebih ekstra keras dalam bekerja agar dapat meraih suara yang melebihi suara yang didapatkan lawannya. Bukankah ini sebuah konsekwensi logis dari NU sebagai gudangnya para kiyai?
Baca tanpa iklan