Gagasan dan perjuangan besar Partai Gerindra untuk membangun kemandirian bangsa sekaligus menggelorakan heroism-nasionalisme Indonesia, in line dengan tujuan berdirinya NU.
Jargon yang dikibarkan NU “hubbul wathon minal iman”, cinta tanah air adalah bagian inti keimanan, sejalan dengan patriotisme nasionalisme yang didengungkan Partai Gerindra.
Dalam tataran praktis, wujud dari cinta tanah air NU, adalah rekrutmen Komponen Cadangan (Komcad), yang rata-rata diambil dari anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).
Komcad adalah suatu program sejenis Wajib Militer (Wamil), yang diinisiasi oleh Menteri Pertahanan (Menhan), sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Politik Rahmatan Lil ‘Alamin NU
Politik NU adalah politik negara, politik yang merangkul semua kekuatan politik, berpijak pada pluralisme, toleransi serta menghormati kebhinekaan.
Dalam jargon NU, hal-hal tersebut dibahasakan dengan: tasamuh, tawasuth, tawazun dan I’tidal.
Empat istilah ini, didasarkan pada konsep rahmatan lil ‘alamin, kesejahteraan bagi semua.
Sementara Partai Gerindra, mempraktekkan pluralism dalam wujud nyata: struktur pengurus berikut agenda-agenda kepartaiannya.
Bahkan Partai Gerindra adalah pelopor penyampaian salam semua agama dalam bernegara (tiap-tiap mengawali pidato dan rapat-rapat resmi kenegaraan).
Salam semua agama tersebut adalah: assalamu’alakum (Islam), salam sejahtera (Katolik), shalom (protestan), om swastyasu (Hindu), serta salam kebajikan (Konghucu).
Relasi NU-Partai Gerindra sebagai relasi sinergis perjuangan politik NU terbentang prospeknya.
Misi dasar NU sebagai gerakan yang menyerukan rahmatan lil ‘alamin, membutuhkan penopang dan kaki-kaki politik yang sefrekwensi.
Sementara hasrat besar Partai Gerindra untuk membangun relasi-sinergi, bahkan sebagai penyalur dan penghubung misi NU tergambar nyata melalui program, struktur dan platform.
Sejumlah program Partai Gerindra di-design seiiring dengan perjuangan NU.
Baca tanpa iklan