News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama dan Partai Gerindra

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani melakukan kunjungan ke kediaman Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar, di bilangan Rawangun, Jakarta Timur.

Program-program tersebut antara lain: penguatan petani, nelayan serta pesantren, sector yang menjadi core business warga nahdliyin. Secara struktur, Partai Gerindra menyerap dan memobilisasi kader NU berjuang dan berkiprah bersama, tidak hanya di tingkat pusat, melainkan menyebar di banyak Kabupaten/ Kota dan Provinsi.

Sedang, secara platform, implementasi konsep rahmatan lil ‘alamin NU mewujud dalam ideologi nasionalis-religius-nya Partai Gerindra.

Jalan Baru NU-Partai Gerindra

Pengalaman panjang NU mengawal, menjaga dan merawat bangsa ini, sejatinya membutuhkan mitra strategis.

Usia NU yang jelang satu abad, sepanjang menopang kokohnya negeri ini, jatuh bangun bermitra dengan sejumlah kekuatan.

Sejak era kolonial, awal-awal kemerdekaan hingga sekarang, mitra sejati NU sekaligus jangkar republik ini adalah empat komponen berikut; militer, kaum nasionalis, Islam modernis dan NU, sebagai representasi sayap Islam tradisionalis. 

Partai Gerindra sebagai kekuatan yang lahir dari rahim nasionalis-tentara, sangat ideal mempererat sinergi membangun relasi perjuangan dengan NU.

Nasionalisme NU seratus persen, tidak ada sutupun kekuatan yang meragukan. Demikian halnya dengan religiusitas Partai Gerindra juga seratus persen.

Perpaduan NU-Partai Gerindra, jika terwujud dalam sekala luas, menghasilkan kerja-kerja keumatan dan kerakyatan yang rahmatan lil ‘alamin.

Kerja-kerja tersebut otomatis bisa dibaca sebagai keberhasilan program politik kerakyatan demi kemajuan dan kejayaan Indonesia, misi yang diusung Partai Gerindra.

Tetapi, jalan baru relasi NU-Partai Gerindra meski memiliki sejumlah kesamaan: platform, program serta misi, sulit terwujud.

Secara supra struktur, tantangan dan hambatan yanag menghalangi relasi NU-Partai Gerindra adalah kebijakan NU yang memberi perhatian lebih pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), melebihi Partai-partai lain.

Padahal baik dalam struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), maupun warga nahdliyin memiliki pilihan partai yang Beragam.

Kebijakan politik negara yang diambil PBNU, idealnya memayungi dan mengayomi semua kader yang berhidmah di banyak partai.

Dengan demikian, relasi NU dengan parta-partai, termasuk PKB, adalah relasi-sinergis-strategis.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini