Selain penguasaan nilai-nilai, pemimpin masa depan adalah orang yang punya penguasaan professional terhadap sumber daya alam kita. Kita memiliki banyak sumber daya alam, baik di lautan di udara dan di daratan, tetapi sampai hari ini dampaknya kepada kesejahteraan umat masih minim. Kenapa? Karena pengelolaanya ditangani oleh orang luar negeri.
Tentu kriteria pemimpin yang tidak bisa ditawar lagi adalah keperpihakannya pada dunia pesantren yang merupakan pendidikan berbasis Islam dan keutuhan NKRI dengan segala keragamannya. Intinya, pemimpin masa depan Indonesia adalah pemimpin yang berideologi, punya idealisasi, dan berkompetensi tinggi.
Pesantren perlu mengambil peranan penting dalam melahirkan para pemimpin tersebut. Inilah bentuk persiapan masa depan yang paling nyata.
*Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Baca tanpa iklan