Kali ini pun dia pasti akan melawan. Apalagi aroma kemenangan sudah mulai menyebar.
“Maka hanya ada satu kata: lawan!” kata penyair Widji Thukul (1963-1998) dalam sajaknya, “Peringatan” (1986).
Seperti Chairil Anwar dalam sajaknya "Aku", Terawan pun mungkin akan berkata:
"Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi".
* Karyudi Sutajah Putra: Pegiat Media
Baca tanpa iklan