News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Merger XL–Fren Perluas Jaringan

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Customer service akan memberi bingkisan kepada seorang pelanggan pada perayaan Hari Pelanggan Nasional 2024 di XL Center, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/9/2024). Saat ini, XL Axiata menggalakkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam memahami perilaku pelanggan. Dengan bantuan AI tersebut XL Axiata mampu menghadirkan berbagai kemudahan bagi pelanggan, juga berinovasi dalam mengembangkan produk-produk yang sesuai kebutuhan pelangan. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Prestasi XL Axiata memang sudah teruji, mereka menangguk pendapatan tahun 2024 yang naik sebesar 6?ri tahun 2023 menjadi Rp 34,4 triliun dengan laba melejit 44,72?ri Rp 1,12 triliun menjadi Rp 1,82 triliun. Dividen yang akan dibagikan sebesar Rp 85,7/saham itu naik dibanding Rp 48,6/lembar pada 2023, dan menjadi terbesar dalam lima tahun terakhir..

Smartfren sangat diuntungkan dengan merger, walaupun mereka harus menebus dengan membeli 13,1% saham kelompok Axiata (Malaysia) sebesar 475 juta dollar AS, sekitar Rp 7,6 triliun. Padahal sepanjang  2024 pendapatan Smartfren hanya Rp 11,41 triliun dengan rugi yang naik fantastis sebesar 1.088,81?ri rugi Rp 108,93 miliar pada 2023 menjadi rugi Rp 1,09 triliun pada 2024. 

Entitas milik Kelompok Sinar Mas ini mencatatkan “kebiasaan” rugi selama bertahun-tahun terakhir, dan besaran rugi sekitaran Rp 1 triliun sudah pernah terjadi sebelumnya. Namun Sinar Mas kini “sejajar” dengan kelompok Axiata yang sama-sama punya 34,8% saham di XL Smart, sisanya sebanyak 30,4% tetap milik masyarakat.

Merger membuat susunan direksi dan komisaris berubah, utamanya karena Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengundurkan diri dengan alasan sudah hampir 10 tahun jadi Presdir dan CEO XL Axiata. Selain Dian, salah satu direktur, Marwan O Baasir juga mengundurkan diri.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini