Oleh: Xavier Quentin Pranata, penulis buku dan kolom
MESKIPUN bukanĀ gibol, hati saya ikut bersorak saat timnas Indonesia berhasil membobol gawang Bahrain.
Mengapa?
Sehari sebelumnya, pelatih timnas Bahrain, Dragan Palajic, menyindir Indonesia dengan fakta yang memang fakta.
Saya sudah banyak menonton pertandingan Indonesia.
Setiap menonton, saya melihat ada 23 pemain baru, tapi bukan dari Indonesia, mereka dari Belanda dan dari Inggris, ujar Palajic datar, tapi sanggup membuat hati orang Indonesia bergetar.
Kita sering mendengar seorang yang berlagak bijak berkata, "Gak apa-apa asal kritikan yang membangun." Benarkah kritikan itu bisa membangun?
Menurut saya tidak.
Kritikan membuat kita marah.
Masukan yang disampaikan dengan cara eleganlah yang membangun.
Bagaimana dengan sindiran?
Adakah sindiran yang membangun?
Menurut saya ya, tetapi membangunkan macan tidur.
Aksi bisa beragam, mulai yang simpatik sampai bikin rematik.
Respon kita terhadap kritiklah yang membedakan hasilnya.
Baca tanpa iklan