News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Sindiran Bahrain dan Semburan Adrenalin

Editor: Suut Amdani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INDONESIA KALAHKAN BAHRAIN - Suporter membawa bendera merah putih untuk mendukung Timnas Indonesia saat melawan Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Selasa (25/3/2025). Timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan melawan Bahrain dengan skor tipis 1-0. Di foto menggunakan kamera Canon EOS R5 Mark II TRIBUNNEWS/HERUDIN

Buktinya Daud yang bertubuh mungil tidak terintimidasi oleh raksasa yang menjulang.

Saat foto di sebelah patung lilin Yao Ming di Madame Tussauds New York, saya tidak merasa gentar, apalagi gemetar.

Toh, hanya patungnya, namun justru ada kebanggaan yang menggelegar, ada orang Asia yang berprestasi di negara adidaya.

Yao Ming bisa sukses di dunia NBA yang gemerlapan karena di samping posturnya yang menjulang, juga diiringi dengan disiplin, dedikasi, dan didikan super keras dari sistem pelatihan basket di Tiongkok.

Nah, inilah yang seharusnya menjadi PR kita bersama.

Jika kita sudah melakukan perekrutan sejak usia dini sampai ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, bukankah mutiara berharga justru ditambang di lautan yang mungkin tak terjamah?

Pelatihan yang intensif dan profesional serta penghargaan bagi pemain yang berprestasi tak ayal kita pasti punya seabreg pemain andal.

Sebagai dosen yang mengampu mata kuliah Personality Development, saya biasa mengajarkan kepada mahasiswa saya tentang motivasi.

Motivasi adalah passion atau burning desire yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuannya.

Ada orang yang melakukannya karena fear of pain alias takut konsekuensi gagal.

Salah satu akibat kegagalan yang mengerikan adalah perundungan, baik verbal maupun kekerasan fisik.

Anak yang gagal naik kelas bisa saja mendapatkan dampratan sampai hajaran orang tuanya, teguran gurunya, sampai ejekan teman-temannya di sekolah.

Ada yang melakukannya karena hope of reward.

Iming-iming hadiah memang bisa membuat seseorang bergeming, meskipun diejek seribu orang.

Apalagi kalau hadiahnya besar.

Namun, saya paling suka dengan orang yang mau berjuang because of love.

Karena cintanya terhadap bola, terlebih terhadap Indonesia, pemain bola bisa all out agar timnya menang.

Perasaan itulah yang membuncah di hati saya saat dua putra saya antusias menonton pertandingan Indonesia-Bahrain.

Sindiran Bahrain ternyata mampu membuat semburan adrenalin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini