News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Hari Kartini

Refleksi Hari Kartini di Era AI: Kompetisi atau Kolaborasi?

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

REFLEKSI HARI KARTINI - Kristina Elia Purba, Ketua Lembaga Pemberdayaan Perempuan PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI)

Jangan sampai platform digital yang seharusnya jadi alat perjuangan justru jadi ruang pembungkaman.

Kolaborasi atau Kompetisi?

Pertanyaan penting: apakah gerakan perempuan di era ini masih terjebak dalam kompetisi, atau sudah beranjak menuju kolaborasi?

Data Komnas Perempuan menunjukkan angka kekerasan terhadap perempuan masih tinggi yakni kekerasan seksual: 36,43 persen, kekerasan psikis: 26,94% kekerasan fisik: 26,78?n kekerasan ekonomi: 9,85%.

Data ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai. Untuk mewujudkan keadilan, semangat kolaborasi perlu dibumikan.

Gerakan perempuan tidak bisa tumbuh dalam ruang yang saling menjatuhkan.

Kita tidak bisa saling menginspirasi hanya dengan bersaing; justru kolaborasi lah yang bisa mengubah realitas.

Penelitian McKinsey menunjukkan bahwa kolaborasi dan komunikasi efektif bisa meningkatkan produktivitas hingga 20–25%.

Ini membuktikan bahwa ketika perempuan bersatu, saling mendukung, dan berbagi ide, akan lahir kekuatan yang luar biasa.

Hari Kartini bukan sekadar nostalgia atas masa lalu. Ia harus menjadi kobaran semangat untuk hari ini dan masa depan. 

Kartini bukan abu yang disimpan dalam kenangan, melainkan api yang menyala untuk menerangi jalan perempuan Indonesia di era digital, di era AI, di era perubahan besar.

Emansipasi hanya akan menjadi ilusi jika perempuan masih saling membandingkan, menjatuhkan, dan abai terhadap literasi.

Kini saatnya kita bertanya: Di era AI ini, akankah kita terus berkompetisi… atau mulai berkolaborasi?

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini