News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pancasila: Antara Retorika dan Realita

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENERAPAN PANCASILA - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo. Dalam opininya di Tribunners, Rabu (18/6/2025) Katyono mengulas seputar kajian apakah Pancasila hidup sebagai ideologi yang bekerja, atau sekadar menjadi mantra kosong yang bersemayam di ruang retorika.

Pancasila: Antara Retorika dan Realita

Oleh:

Karyono Wibowo

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute

BULAN Juni, bulan penuh makna dalam lanskap sejarah Indonesia.

Pada bulan ini, Bung Karno, proklamator bangsa –presiden pertama Republik Indonesia dilahirkan dan wafat pada bulan yang sama. 

Di bulan Juni pula, terjadi peristiwa sangat penting dalam sejarah pendirian republik –dimana para pendiri bangsa merumuskan dasar negara.

Dalam sidang BPUPKI, Bung Karno menyampaikan pidato monumental pada tanggal 1 Juni 1945.

Di hari itulah Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang dasar negara yang ia namakan Pancasila.

Sejak itulah 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Setiap tanggal 1 Juni, mimbar-mimbar dan ruang-ruang publik menggema oleh orasi dan seminar tentang Pancasila. 

Bendera merah putih berkibar, pidato mengalun memuji luhur nilai-nilainya, dan institusi negara berlomba menggelar perayaan simbolik.

Namun, setelah gema itu reda, pertanyaan fundamental kembali menggantung di udara: benarkah Pancasila hidup sebagai ideologi yang bekerja, atau ia sekadar menjadi mantra kosong yang bersemayam di ruang retorika?

Pancasila lahir bukan dari ruang hampa.

Ia merupakan hasil pergulatan historis, spiritual, dan intelektual bangsa yang mendambakan rumah bersama yang adil, damai, dan berdaulat. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini