Ia bahkan tak punya akun pribadi. Yang ada hanya akun official resmi milik Pemprov Aceh. Tapi ia Gubernur lapangan. Bekerja dan mendengar denyut aspirasi maupun keluhan rakyat Aceh, tanpa sorotan kamera.
Kali ini ia tak bisa mengelak dari sorotan lampu media dan incaran para pewarta. Karena sikapnya yang keras dan tegas “melawan” keputusan pusat terkait sengketa batas wilayah.
Di balik itu ada semacam blessing yang memberikan “kesadaran baru”, terutama tentang relasi hubungan antara pusat dan daerah yang lebih berkeadilan dan menghargai nilai dan local wisdom.
Ini membuktikan: kekuatan cinta memang bisa meledakkan segalanya, termasuk mengembalikan tanah yang dicaplok tetangga. *
Baca tanpa iklan