Dengan visi "komunitas pendidikan yang unggul, peduli, dan berjiwa melayani", Strada terus berkembang menjadi pilar pendidikan Katolik yang adaptif terhadap zaman.
Perkumpulan Strada didirikan pada tahun 1924 di Batavia oleh tiga pastor Jesuit asal Belanda. Sekolah pertamanya dibuka untuk dua kelompok etnis, yakni anak-anak keturunan Eropa dan Tionghoa, melalui pendirian SD Santo Ignatius dan HCS di Gunung Sahari.
Namun, sejak awal, Strada juga menunjukkan komitmen terhadap pendidikan rakyat dengan membuka sekolah untuk anak-anak pribumi di Kampung Sawah, Pondok Gede.
Dalam perjalanannya, Strada tak hanya mendirikan sekolah-sekolah dasar, namun juga mendirikan MULO, AMS, dan turut andil dalam pembentukan Canisius College—yang kini menjadi salah satu sekolah menengah ternama di Indonesia.
Baca tanpa iklan