News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

HUT Kemerdekaan RI

Kemerdekaan di Ujung Jempol: Menjaga Api Nasionalisme dan Semangat Bung Karno di Era Digital

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

I WAYAN SUDIRTA - Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI Perjuangan, Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH,

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH. 
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan

TRIBUNNEWS.COM - Di usianya yang ke-80, Indonesia memang telah merdeka dari penjajahan fisik.

Namun pertanyaan mendasarnya tetap relevan: apakah kita benar-benar sudah merdeka seutuhnya?

Menurut Bung Karno, kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari penjajah tetapi juga merdeka dari segala bentuk penjajahan mental dan spiritual.

Beliau pernah berujar, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah.

Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." Ucapan ini kini terasa sangat relevan di tengah gelombang tantangan era digital.

Ketika Kemerdekaan Diuji oleh Algoritma

Secara filosofis, kemerdekaan sejati adalah kondisi di mana individu dan bangsa mampu menentukan nasibnya sendiri tanpa dibatasi oleh kekuatan eksternal maupun internal.

Di masa lalu, kekuatan eksternal itu adalah penjajah.

Hari ini, tantangan justru datang dari dalam diri kita sendiri: polarisasi sosial, arus informasi tak terkendali, dan krisis identitas.

Kemerdekaan berekspresi di era digital memang membuka peluang besar, tetapi ironisnya, ruang digital justru menjadi arena baru bagi penjajahan nilai.

Algoritma dan platform media sosial, yang seharusnya menjadi alat pemersatu, kini sering kali menjadi lahan subur bagi penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang memecah belah bangsa.

Tanpa kedewasaan moral, kemerdekaan informasi justru menjadi bumerang yang mengancam persatuan.

Era digital memberi peluang besar bagi kebebasan berekspresi. Siapa saja kini bisa bersuara, menyampaikan pendapat, bahkan memengaruhi opini publik hanya dengan sentuhan jempol.

Namun, justru di sinilah letak persoalannya. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini