Kawasan ini berisiko berubah menjadi laboratorium ambisi geopolitik Israel dan sekutunya, sementara dunia Arab hanya menjadi penonton yang terpecah belah.
Seharusnya, serangan ke Doha dijadikan momentum untuk bersatu menghukum Israel. Sudah waktunya negara-negara Teluk berhenti mengandalkan aliansi rapuh dan mulai menyusun poros perlawanan yang nyata.
Konsolidasi kekuatan, pembangunan kapasitas militer, diplomasi mandiri, serta pengelolaan sumber daya finansial dengan bijak harus menjadi prioritas.
Contoh keberanian itu sebenarnya sudah ada di kawasan. Iran dan Yaman, meski tidak semakmur para emir Teluk, tapi mereka mampu menunjukkan bagaimana seharusnya menghadapi tekanan Amerika maupun Israel.
Membangun aliansi dengan keduanya, layak dipertimbangkan bila dunia Arab benar-benar ingin melepaskan diri dari lingkaran ketergantungan dan penghinaan.
Baca tanpa iklan