Apresiasi juga dilontarkan, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Windiyatno. Ia menekankan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan di wilayah yang masih tertinggal.
“TMMD tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ungkap Pangdam.
Ia menambahkan, TMMD ke-126 Kodim 1412/Kolaka di Kecamatan Ueesi diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan taraf hidup dan pembangunan pedesaan.
Dalam penutupan TMMD 126, dilokasi yang berbeda Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa program TMMD bukan hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan membangun kemandirian masyarakat dan mempercepat kesejahteraan di wilayah pedesaan.
Kasad menyampaikan bahwa kegiatan TMMD merupakan bentuk nyata kontribusi TNI dalam mendukung percepatan pembangunan nasional, khususnya di daerah terpencil dan pedesaan. Melalui TMMD, TNI tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kemanunggalan TNI-Rakyat
Kasad menjelaskan bahwa kegiatan TMMD telah memberikan dampak positif yang nyata, baik melalui pembangunan sarana fisik seperti jalan, jembatan, rumah layak huni, maupun kegiatan nonfisik seperti penyuluhan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari infrastruktur yang terbangun, tetapi juga dari meningkatnya semangat gotong royong dan kesadaran bela negara di tengah masyarakat.
“TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Pembangunan ini harus berkelanjutan agar benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tegas Kasad.
Program TMMD sendiri merupakan wujud komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, sekaligus mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Sasaran Fisik dan Nonfisik
Pada TMMD ke-126 kali ini ada dua sasaran, yakni fisik dan nonfisik. Sasaran fisik berupa peningkatan jalan dan katingan dengan Panjang 10, 5 kilometer lebar 5 meter, ketebalan 15 centimeter, katingan panjang 500 meter tinggi 2 meter, kemudian pembuatan 12 unit deker, panjang 5,6 meter, lebar 2 meter, tinggi 1,5 meter, rehabilitasi jembatan yang menghubungkan Desa Alaaha dan Desa Tonggauna panjang 30 meter, lebar 3 meter
Kemudian sasaran nonfisik diantaranya, penyuluhan narkoba, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan stunting dan KB Kesehatan, penyuluhan werving, penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis, dan penyuluhan ketahanan pangan
Serta, program unggulan KASAD, yakni TNI Manunggal Air Bersih di 5 titik, dengan rician 2 di Desa Ueesi, 1 di Desa Alaha, dan 2 di Desa Tongauna. Juga rehab rumah tidak layak huni (RTLH), 1 rumah di Desa Ueesi milik Ibu Hanami dan 1 rumah di Desa Tongauna milik Bapak Putra.
Melihat perjuangan prajurit TNI, Kepala Desa Alaha, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satgas TMMD ke-126. Ia menegaskan bahwa keberadaan TMMD bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan harapan baru warga.
“Terima kasih Pak TNI. Kami siap menjaga semua yang telah dibangun,” janjinya.
Mengingat semua apreasiasi baik dari warga hingga pimpinan, aku kembali tersenyum. Kali ini senyum itu terasa lega dirasa. Segala yang menganjal di dada sirna seketika. Kulangkahkan kaki menuju motor trail yang ada diujung jalan. Mentari yang mulai tenggelam, mengajakku untuk segera meninggalkan jalanan ini.
Kini, dari gemuruh mesin motor trail yang aku kendarai, kurasakan ada asa yang tumbuh. Dari jalan yang kini mulus, seolah menggambarkan perjuangan panjang warga tiga desa di Kecamatan Ueesi.
Jalan ini seakan menyalakan harapan akan masa depan yang lebih sejahtera di pelosok Kolaka Timur. Senyumku pun melebar, dan semakin melebar…….
Baca tanpa iklan