News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Ontran-ontran PBNU: Adu Kuat Gus Yahya Vs Gus Ipul? 

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGURUS PBNU - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kiri) dan Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memimpin PBNU periode 2022-2027. /Via Kompas.TV

Dalam Pemilu 2024 lalu, Gus Yahya juga aktif terlibat dukung-mendukung calon tertentu.

Mungkin karena itulah PBNU mendapat konsesi pengelolaan tambang dari pemerintah, meskipun Muhammadiyah dapat juga.

Tapi PBNU-lah diduga yang paling 'proaktif' minta jatah pengelolaan tambang. 

Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni, berada di kubu Gus Yahya, juga mantan anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Mardani H Maming, Bendahara Umum PBNU yang mundur setelah terlibat korupsi, merupakan kader PDI Perjuangan dan mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

Gus Ipul seorang politikus tulen

Selain pernah menjadi anggota DPR dari PKB, bahkan sempat menjabat Sekjen PKB, Gus Ipul pernah menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan kini menjadi Menteri Sosial di Kabinet Merah Putih (KMP) Presiden Prabowo Subianto. 

Gus Ipul juga pernah menjadi Walikota Pasuran dan Wakil Gubernur Jawa Timur. 

Tapi, masuknya politikus-politikus pragmatis ke PBNU merupakan konsekuensi logis dari sistem pemilihan Ketum PBNU yang dilakukan lewat voting atau pemungutan suara, one man one vote (satu orang satu suara), sehingga hanya mereka yang piawai 'bermain politik' praktislah yang bisa meraih kursi NU-1. 

Diketahui, Gus Yahya dipecat melalui Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir, Selasa (25/11/2025). 

Ada tiga alasan mengapa Gus Yahya dipecat.

Dua diantaranya adalah karena dia menghadirkan akademikus asal Amerika Serikat, Peter Berkowitz yang pro Israel sebagai narasumber dalam acara Akademi Kaderisasi Nasional (AKN) NU, 15 Agustus lalu dan laporan keuangan PBNU kabarnya yang dianggap bermasalah. 

Sebenarnya, bukan di NU saja Gus Yahya menghadirkan Peter Berkowitz.

Dalam acara di Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Gus Yahya selaku Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI juga menghadirkan akademikus pro-Zionis itu pada 23 Agustus lalu.

Pelanduk Mati di Tengah

Ketika Gus Yahya dan Gus Ipul adu kuat, lantas siapa yang akan keluar sebagai pemenang? 

Gus Yahya jelas "dimusuhi" Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar yang merupakan "penguasa" tertinggi di NU. Dengan asumsi "lawan dari lawan adalah kawan", patut diduga Gus Ipul didukung Rais Aam. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini