Sintesis ini tak terelakkan. Karena, semakin banyak generasi muda yang menggandrungi Bantengan Mberot. Bagi mereka, seni bantengan ini lebih mudah dicerna dan menghibur. Tentu, dari sudut pandang pelestarian kearifan lokal, kemunculan Bantengan Mberot setidaknya akan menjaga warisan budaya hingga generasi berikutnya.
Bantengan Mberot merupakan bukti bahwa hibriditas budaya bukan sekadar perubahan artistik kesenian. Sintesis ini merupakan hasil negosiasi identitas dan makna tradisi pada era digital dan tantangan global. Lewat hibriditas budaya, Bantengan tetap bisa melestarikan tradisinya, sembari berjalan beriringan dengan inovasi dan dinamika zaman.
Daftar Pustaka :
Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London & New York: Routledge.
Wahyuningtyas, D. N. (2025). Kesenian Bantengan Malang: Memahami makna simbolis sebagai kajian budaya lokal. INVENSI: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni, 10(1), 99–110. https://journal.isi.ac.id/index.php/invensi/article/download/14249/pdf
Baca tanpa iklan