News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Satgas PKH dan Momentum Kepercayaan Publik di Era Digital

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAMPASAN SATGAS PKH - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara dan penagihan denda administratif oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), di Jakarta pada hari ini, Rabu (24/12/2025). Total kerugian negara yang bisa dikumpulkan oleh Satgas PKH yakni senilai Rp Rp 6.625.294.190.469,74.

Interaksi yang tercipta mencapai 1,9 juta kali yang menunjukkan besarnya animo publik melalui platform Tiktok.

Dukungan itu juga terlihat dari semangat warga Tiktok Indonesia untuk menyebarkan video-video tiktok ke berbagai platform. 

Dari analitik ini, ditemukan total sebaran video keberhasilan Satgas PKH dari tiktok berbagai platform mencapai 212 ribu. 

Selain besarnya sebaran, Evello juga melihat adanya temuan menarik yaitu sebaran dari Tiktok ke Whatsapp mencapai 21 ribu dan bahkan warga Tiktok juga ramai mengunduh video-video Tiktok tentang kerja Satgas PKH sebanyak 44 ribu unduhan” terangnya lebih lanjut. 

Warga Tiktok juga ramai berkomentar tentang keberhasilan ini. Jumlah percakapan kata Dudy mencapai 93 ribu komentar dengan beragam topik. 

Dari pendalam terhadap interaksi yang ada, Evello mendeteksi adanya 65 persen percakapan yang memberikan apresiasi terhadap penegakan hukum dan legitimasi kepemimpinan, baik terhadap Presiden Prabowo dan Satgas PKH. 

Pada kelompok percakapan ini, tak jarang mereka memanggil Jaksa Agung dengan sebutan sebagai Mas Adam.

Dari 65 persen percakapan positif tersebut, sebanyak 15?hkan meminta agar Presiden dan Satgas PKH menghukum siapa saja orang-orang yang berada dibalik korporasi tersebut. 

Mereka bahkan meminta agar Satgas PKH membuka terang-benderang siapa saja orang dibalik uang yang disita tersebut.

Ketika ditanya tentang topik percakapan lainnya, sebanyak 20 persen percakapan mengarah pada hubungan bencana ekologis dari kerusakan lingkungan dan desakan agar uangnya digunakan untuk membantu korban bencana di Sumatra. 

Kelompok pada percakapan ini bahkan menyebutkan jika uang 6,6 triliun belum sebanding dengan jatuhnya korban akibat bencana ekologis. 

Tak hanya percakapan positif,  juga menemukan 15?nderung negatif dan netral. 

Salah satu percakapan negatif adalah tumpukan uang yang dinilai sebagai gimik, dan harapan agar uang disita dapat digunakan untuk perbaikan ekonomi rakyat kecil

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini