News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Indonesia di Persimpangan BRICS dan Washington: Bebas Aktif yang Diuji Zaman

Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KEBIJAKAN LUAR NEGERI - Analis Ekonomi dan Politik di Lembaga Studi Data dan Informasi, Tri Wibowo Santoso. Indonesia sedang berada pada titik uji yang menentukan arah kebijakan luar negerinya usai gabung dengan BRICS dan Board of Peace for Gaza yang diprakarsai Amerika Serikat pada Januari 2026

Jika pemerintah ingin meyakinkan publik bahwa langkah ini adalah bentuk bebas aktif yang modern dan rasional, maka ada satu ujian sederhana: beranikah pemerintah menyatakan secara terbuka batas-batasnya. 


Apakah Indonesia siap keluar jika forum ini berubah menjadi alat normalisasi yang merugikan Palestina? Apakah Indonesia memiliki suara nyata dalam desain rekonstruksi Gaza? Apakah tidak ada komitmen finansial tersembunyi yang kelak membebani APBN?

Tanpa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, kebijakan ini akan terus berada di wilayah abu-abu. Dan dalam dunia yang semakin terpolarisasi, wilayah abu-abu bukan ruang aman. Ia adalah ruang paling berbahaya, tempat negara bisa kehilangan kepercayaan dari semua pihak sekaligus.

Baca juga: Sama-sama Negara Besar dan Anggota BRICS, Indonsia dan Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama

Bagi Indonesia, pilihan sebenarnya sederhana tetapi berat: menjadi negara yang konsisten dengan prinsip dan berani menanggung konsekuensinya, atau menjadi negara yang mencoba menyenangkan semua pihak hingga akhirnya tidak sepenuhnya dipercaya oleh siapa pun. 

Sejarah menunjukkan, negara yang bertahan bukan yang paling fleksibel, melainkan yang paling jelas arah dan batasnya.

Tulisan ini adalah pengingat bahwa bebas aktif bukan slogan, melainkan disiplin politik. Dan disiplin selalu menuntut kejelasan, keberanian, serta kesediaan untuk berkata tidak—bahkan kepada kekuatan besar.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini