“Selama ini tahunya maggot cuma buat pakan, tapi cara budidayanya belum paham. Kegiatan seperti ini bagus, apalagi untuk peternak ayam atau ikan lele, karena bisa membantu mengurangi biaya pakan,” ujar Bayu.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNS tidak hanya menyoroti persoalan sampah sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai peluang.
Pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot BSF dinilai mampu menjembatani dua isu sekaligus: kebersihan lingkungan desa dan menambah nilai ekonomi
Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah organik.
Dari yang semula dianggap sebagai sumber masalah, menjadi sumber manfaat yang dapat dikelola secara mandiri oleh warga desa.
(*)
Baca tanpa iklan