News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Budidaya Maggot Dijadikan Solusi Sampah Organik Desa

Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BUDIDAYA MAGGOT - budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan oleh mahasiswa UNS. (Doc. Rizky Fawwas)

Oleh: Mahasiswa UNS Rifqi Fawwaz Rijandra

TRIBUNNEWS.COM -  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 92 Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan sosialisasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Selasa (10/2/2026). 

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh persoalan sampah organik rumah tangga yang setiap hari dihasilkan warga, seperti sisa nasi, sayuran layu, dan kulit buah, yang kerap langsung dibuang atau dibakar. 

Kondisi tersebut menimbulkan berbagai dampak, mulai dari bau tidak sedap, meningkatnya populasi lalat, hingga potensi pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan solusi pengelolaan sampah organik yang sederhana dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa mencoba menghadirkan pendekatan sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Sampah organik selama ini sering dipandang sebagai limbah tak bernilai. 

Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, sampah jenis ini dapat mencemari tanah dan air di sekitar permukiman.

Budidaya maggot BSF diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik yang mudah dan ramah lingkungan. 

BUDIDAYA MAGGOT - budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan oleh mahasiswa UNS. (Doc. Rizky Fawwas) (Tribunnews.com/(Doc. Rizky Fawwas))

Larva lalat BSF mampu mengurai sisa makanan dengan cepat tanpa menimbulkan bau berlebih jika dikelola dengan benar. 

Maggot bahkan dapat memakan sampah organik sebesar dua kali lipat dari beratnya.

Lebih dari itu, hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bernilai tinggi untuk ternak dan perikanan.

Selain sebagai pakan ternak yang kaya akan protein, kasgot atau media dari maggot tersebut dapat dijadikan sebagai pupuk organik

Bayu (28), salah satu peternak ayam di Desa Durenan, mengaku baru pertama kali mendengar penjelasan mengenai budidaya maggot secara langsung. 

Meski demikian, ia sudah mengetahui bahwa maggot kerap digunakan sebagai pakan alternatif. 

Menurutnya, sosialisasi ini memberikan wawasan baru, tidak hanya bagi masyarakat awam, tetapi juga bagi peternak mandiri.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini