News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Media Sosial, Remaja, dan Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Eksekutif Wiratama Institute Aulia Rachman Alfahmy mengatakan perkembangan kebijakan terkait ruang digital, terutama media sosial, di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari visi besar Pemerintah saat ini untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Pertama, media sosial menjadi sarana meningkatkan knowledge stock untuk remaja, dimana mereka dapat mengakses berbagai informasi baru dan pengetahuan. Selain itu, berdasarkan sejumlah riset, media sosial menjadi cara remaja untuk mencari skill yang “niche”, yang sesuai dengan minat bakatnya. 

Kedua, media sosial menurun barrier to entry untuk pelaku usaha. Media sosial memungkinkan individu dan usaha mikro memulai bisnis dengan modal yang sangat terbatas. Tanpa toko fisik, iklan mahal, atau jaringan distribusi konvensional, pelaku usaha dapat langsung mengakses pasar nasional, bahkan global.

Ketiga, media sosial memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi informasi. Media sosial berperan sebagai mesin pencocokan antara produsen dan konsumen. Algoritma, ulasan pengguna, serta interaksi langsung mengurangi asimetri informasi yang selama ini menjadi penghambat efisiensi pasar. Bagi konsumen, harga dan kualitas menjadi lebih transparan; bagi produsen, preferensi pasar dapat dibaca secara real time. Efisiensi ini berkontribusi langsung pada peningkatan produktivitas.

Keempat, media sosial mendorong tumbuhnya sektor jasa bernilai tambah tinggi. Di sekitar ekosistem media sosial berkembang berbagai jenis pekerjaan baru: kreator konten, digital marketer, manajemen komunitas, analis data pemasaran, hingga layanan influencer marketing. Ini adalah sektor jasa modern yang relatif tidak padat modal namun padat talenta kombinasi yang sesuai dengan struktur ekonomi Indonesia.

Dengan besarnya potensi media sosial sebagai katalisator pembangunan, maka diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk memaksimalkan potensi tersebut. Kerjasama antara masyarakat, Pemerintah dan sektor swasta mutlak diperlukan. Dengan begitu, media sosial dapat berperan menjadi engine pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini